Hibur Anak-anak Penerima Vaksin, Polres Kupang Kota Datangkan Badut Superhero

  • Bagikan

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Pelayanan vaksinasi kepada masyarakat terutama kelompok anak-anak dan remaja terus digenjot di Kota Kupang melalui Kepolisian Polres Kupang Kota.

Program vaksinasi merdeka untuk anak usia 6-11 tahun dalam rangka HUT Yayasan Kamala Bhayangkara ke-42 kali ini digelar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Muhamadyah Kupang, Rabu (26/1).

Kegiatan pelayanan ini juga menjadi perhatian Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto hingga turun melakukan pemantauan. Orang nomor satu di jajaran Polda NTT itu berkesempatan bertemu dan berbincang dengan tim vaksinator, anak-anak, dan para guru.

Ikut mendampingi Kapolda NTT pada kegiatan ini, Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Zulkifli, dan sejumlah pejabat utama Polda NTT, yakni Karoops Polda NTT, Dirbinmas Polda NTT, Dirlantas Polda NTT, Kabidhumas Polda NTT, Kabiddokes Polda NTT, dan Koorspripim Polda NTT.

Tampak hadir juga, Kapolres Kupang Kota, Wakapolres Kupang Kota dan Pejabat Utama Polres Kupang Kota. Hadir juga Kepala sekolah SMP Muhammadiyah, Eko Pramusinto, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, Marjan.

Vaksinasi Merdeka Anak tersebut menyasar anak-anak usia 6-11 tahun yang diikuti anak-anak dari SD Muhammadiyah 2, SMP Muhammadiyah, SD Inpres Oebobo Kota Kupang, dan masyarakat sekitar.

Mereka yang datang didampingi guru-gurunya dan ada pula yang didampingi orang tua masing-masing. Mereka tampak gembira dan tidak takut saat menerima suntikan vaksin.

Kegiatan ini anak-anak pun mendapatkan hiburan dari pihak kepolisian dengan menghadirkan empat badut, dua diantaranya berkostum superhero dan dua berkostum boneka kartun lucu untuk bisa berfoto bersama.

Selain itu juga diberikan bingkisan dan balon yang diserahkan langsung oleh Kapolda NTT kepada anak-anak yang sudah di suntik vaksin.

Kapolda juga berkesempatan melihat dan berkomunikasi secara langsung serta memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yang hendak akan divaksin. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa takut bagi anak-anak saat akan menerima vaksin.

Diketahui target dari vaksinasi Merdeka anak yang digelar oleh Polres Kupang Kota dan Biddokkes Polda NTT ini sendiri menargetkan sebanyak 700 dosis dengan menggunakan vaksin Sinovac baik tahap I maupun Tahap II dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Di sela-sela kegiatan tinjauannya, Kapolda NTT mengatakan bahwa kegiatan vaksin merdeka anak ini dilaksanakan berkaitan dengan HUT Yayasan Kemala Bhayangkari yang mana mendapatkan antusias positif bagi para pihak sekolah terkhususnya SD dan SMP Muhammadiyah Kupang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas pelaksanaan vaksinasi merdeka anak hari ini, mendapatkan respon positif tidak hanya dari SD Muhammadiyah II saja yang hadir. Tetapi termasuk juga ada SD Inpres Oebobo juga hadir. Bahkan jumlahnya cukup banyak, sekitar dua ratus delapan puluh. Dari SD Muhammadiyah sendiri ada dua ratus empat puluhan. Kemudian tambahan lagi dari SMP Muhammadiyah itu ada sekitar empat puluh baik itu siswa dan siswi. Mungkin nanti ada tambahan juga dari masyarakat yang belum vaksin baik itu yang pertama maupun yang kedua,” ucap Kapolda NTT.

Kapolda mengharapkan vaksinasi anak ini dapat mempengaruhi kelompok orang dewasa maupun orang tua yang mungkin selama ini masih meragukan masalah vaksin.

“Dengan melihat bahwa anak-anak saja bisa divaksin. Masa kita yang dewasa, yang sudah remaja, yang sudah mungkin sudah waktunya atau layak memang untuk divaksin, untuk bisa mengikuti kegiatan ini,” harapnya.

Kepada pihak sekolah yang sudah mengajak murid-murid untuk mengikuti kegiatan vaksin anak ini guna terhindar dari penyebaran virus Corona dimana kegiatan belajar sudah di berlakukan tatap muka.

Respon yang luar biasa, Kapolda NTT mendorong pihak sekolah dari SD Muhammadiyah II, Kemudian dari SD Inpres Oebobo, dan juga kepala sekolah SMP Muhammadiyah agar menjaga prokes.

Ini merupakan bagian daripada rasa kebersamaan, rasa untuk saling menjaga, menciptakan herd Immunity supaya terhindar dari virus covid-19 yang sampai dengan saat ini masih ada di sekitar.

Menurutnya, meskipun sudah divaksin tapi protokol kesehatan tetap dilakukan dengan tetap menerapkan 5M secara ketat hal ini dilakukan guna terhindar dari penyebaran virus.

“Jadi harapannya tentu meskipun sudah divaksin, apakah itu vaksin yang pertama atau yang sudah kedua. Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Jangan kemudian menganggap bahwa sudah vaksin sudah kebal, sudah tidak mau lagi prokes. Itu juga sesuatu yang salah,” imbaunya.

Disebutkan dalam rangka mendukung terlaksananya proses imunisasi merdeka anak atau vaksinasi merdeka anak ini tentunya didukung oleh stakeholder yang ada.

“Kita mengedukasi kepada seluruh masyarakat itu dengan bantu stakeholder yang lain dalam melaksanakan vaksinasi ini. Jadi mudah-mudahan di tempat lain juga kita juga akan lakukan,” katanya.

“Harapan kami target yang diharapkan oleh pemerintah bahwa vaksinasi pertama sudah mencapai tujuh puluh persen, kemudian vaksinasi kedua yang saat ini posisi di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu masih kisaran empat puluh persen targetnya adalah empat puluh delapan persen ini nanti secara bertahap bisa tercapai,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa dilaksanakan vaksinasi merdeka anak artinya vaksinasi pertamanya sudah memenuhi target di atas tujuh puluh persen itu keputusan dari Kementerian Kesehatan.

“Untuk bisa melaksanakan vaksin ini harus mencapai target 70 persen. Kemudian vaksinasi keduanya juga bisa empat puluh delapan persen, tentu masing-masing wilayah melakukan kegiatan ini secara simultan atau terus-menerus. Kita tidak pernah berhenti. Dan saya bertanggung jawab terkait masalah keamanan, tapi terkait masalah vaksinasi ini karena juga merupakan instruksi secara nasional kita bekerja sama dengan beberapa stakeholder dalam melakukan kegiatan ini,” jelasnya.

Jenderal Bintang Dua ini juga menyatakan, masyarakat sehat tentunya masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Selain itu Ia juga menyebutkan bahwa masalah covid ini juga bisa berpengaruh terhadap aspek Kamtibmas.

“Jadi tidak hanya sekedar masalah kesehatan saja. Karena kalau kemudian banyak yang terpapar, itu kan pasti pengaruhnya juga kepada aspek kamtibmas juga pasti akan berpengaruh. Jadi ini merupakan bagian daripada tugas Polri, saya sampaikan ini tidak hanya kita menjaga Kamtibmas saja tapi kita memberikan pelayanan, ada pak Kabidokes yang akan memberikan pelayanan dalam bentuk vaksinasi kepada masyarakat guna tercapainya herd immunity di NTT ini,” tutupnya. (r3)

  • Bagikan