Masih Efektifkah Menjemur Bayi?

  • Bagikan
dr. Steffany Maria Lainama. (FOTO: ISTIMEWA)

Oleh: dr. Steffany Maria Lainama *)

Menjemur neonatus (bayi baru lahir) sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, dengan tujuan mencegah kuning pada neonatus. Bahkan menjemur neonatus masih menjadi bagian edukasi di rumah sakit ataupun Puskesmas. Neonatus umumnya dijemur antara jam 7-9 pagi secara langsung di bawah matahari selama ± 15-30 menit pada kedua sisi tubuh, bagian depan, dan belakang. Namun, apakah menjemur bayi secara langsung di bawah sinar matahari aman? Apakah hal ini efektif?

Kuning pada bayi atau yang dikenal sebagai ikterus dapat bersifat fisiologis atau patologis (kelainan). Umumnya bayi bisa menjadi kuning pada beberapa hari pertama kehidupan akibat dehidrasi, infeksi, gangguan pada darah ataupun gangguan pada anatomi tubuh. Namun penyebab terbanyak umumnya akibat dehidrasi atau kurang minum. Kuning bisa hilang dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus kadar kuning yang meningkat cepat dan tinggi dapat menyebabkan komplikasi berat hingga kematian ataupun cacat permanen.

Di Rumah Sakit, digunakan fototerapi atau yang lebih dikenal di masyarakat sebagai terapi sinar untuk menurunkan kadar kuning. Terapi sinar ini memiliki panjang gelombang tertentu yang aman dan efektif sebagai terapi kuning.

Menjemur di sinar matahari langsung masih menjadi perdebatan apakah efektif sebagai pencegahan/terapi kuning. Tujuan menjemur tersebut agar menstimulasi bayi untuk haus. Ketika bayi haus, akan semakin banyak konsumsi ASI. Protein yang terkandung didalam ASI, akan berikatan dengan zat kuning kemudian dikeluarkan melalui urin dan feses. Proses ini diyakini dapat menurunkan kadar kuning bayi. Namun, terdapat efek samping yang dapat timbul, yaitu hipertermia, ataupun efek samping jangka panjang bisa berupa kanker kulit. Sinar Matahari memiliki gelombang UV dan radiasi infrared yang berbahaya bagi kulit.

Penggunaan sinar matahari langsung sebagai terapi kuning tidak direkomendasikan oleh dokter anak. Pada anak yang kadar kuningnya tinggi, dokter akan menyarankan untuk dilakukan terapi sinar. Karena penggunaan sinar matahari saja tidak bisa menurunkan dengan cepat kadar kuning, akibat durasi menjemur yang tidak lama (risiko hipertemia yang dapat membahayakan bayi) serta jarak sinar matahari yang jauh tidak efektif untuk menurunkan kadar kuning dengan cepat. Sehingga kegiatan menjemur bayi, sebenarnya masih boleh dilakukan bila tujuannya untuk menstimulasi bayi agar konsumsi ASI lebih banyak, namun menjemur dalam durasi yang lama tidak disarankan karena dapat berbahaya bagi bayi. Sinar matahari juga tidak dapat digunakan sebagai pengganti terapi sinar untuk terapi kuning pada bayi. Ibu dengan bayi kuning harus segera memeriksakan bayinya, karena kadar kuning yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi berat, cacat permanen hingga kematian. (*)

*) Dokter di RS Leona Kupang

  • Bagikan