Puluhan Operator PAUD Dilatih Manajemen BOP, Sekdis PPO: Operator Itu Jantung

  • Bagikan
PELATIHAN. Para peserta pelatihan Operator PAUD mengikuti acara pembukaan kegiatan di Kafe Anera, Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Selasa (25/4). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BORONG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Sebanyak 50 orang tenaga operator dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mendapat pelatihan manajemen Bantuan Operasional PAUD (BOP), Selasa (26/4). Skil yang diperoleh dari pelatihan itu diharapakan dapat diaplikasikan di sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (PPO) Matim ini berlangsung di Kafe Anera, Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Sekertaris Dinas PPO Matim, Rofinus Hibur hadir membuka kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa (25/4) dan Kamis (26/4).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan operator PAUD dalam menjalankan tugasnya sebagai operator, terutama dalam penginputan pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik)," jelas Kepala Bidang PAUD dan PNF, Herman Agas, kepada TIMEX di sela-sela kegiatan.

Menurut Herman, hasil yang diharapkan dari kegiatan itu adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan operator PAUD, dalam menerapkan tugasnya secara efektif. Hal yang paling utama, pemahaman tentang manajemen BOP yang sesuai dengan petunjuk teknis BOP PAUD.

"Syarat untuk dapat BOP, harus Dapodik. Dalam Dapodik itu, pemerintah pusat tahu tentang data pendidikan secara keseluruhan. Sehingga dengan pelatihan ini, sekolah melalui operator bisa menggunakan anggaran dengan baik atau sesuai juknis, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Herman.

Herman menyebutkan, untuk Kabupaten Matim, ada 240 lembaga PAUD, dan telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Sementara yang sudah masuk Dapodik, ada 197 lembaga PAUD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 PAUD sudah mendapat BOP.

"Tahun 2022, total alokasi BOP untuk PAUD di Kabupaten Matim hampir Rp 2,5 miliar. Besaran per lembaga PAUD, berbeda. Tergantung banyaknya jumlah siswa, dan per siswa itu sebesar Rp 620 ribu. Ada juga daerah lain hitunga per siswanya sebesar Rp 600 ribu. Kita di Matim dapat Rp 620 ribu, karena masuk kategori terpencil," urai Herman.

Herman mengatakan, dalam setahun, dana BOP itu diterima dua tahap. Tahap satu terhitung Januari-Juni, dan tahap dua terhitung Juli-Desember. Penyaluran BOP itu langsung dari Kementrian Pendidikan ke rekening lembaga sekolah masing-masing. Sementara Dinas PPO Matim hanya bantu mendampingi kelancaran administrasi.

"Kalau tahun sebelumnya, dari Kementrian ke kas daerah kabupaten. Dana BOP ini, sudah ada juknisnya. Termasuk di dalamnya untuk honor tutor. Hari ini ada 50 peserta yang ikut pelatihan. Nantinya, peserta ini bisa berbagi pengetahuan dengan sekolah lain. Boleh dibilang mereka ini akan jadi narasumber untuk PAUD yang lain," kata Herman.

Herman mengaku, pihaknya akan terus mendorong agar dari 240 lembaga PAUD yang ada di Matim, tahun berikutnya semuanya sudah bisa dapat BOP. Untuk mendapat NPSN, lanjut Herman, lembaga sekolah usul ke Dinas PPO dan diteruskan ke Pemerintah Pusat. Nantinya, pemerintah pusat yang mengeluarkan NPSN. 

"Kalau lembaga sekolahnya sudah miliki nomor itu, bisa masuk Dapodik. Kalau sudah Dapodik, otomatis dapat BOP, dan bisa ikut tes pegawai P3K. Juga sekolahnya trakreditasi. Kita berharap agar sekolah harus kerja benar itu dapodik," harapnya.

Sekertaris Dinas PPO Matim, Rofinus Hibur, saat membuka kegiatan mengatakan, era sekarang operator itu boleh dibilang jantung dari sebuah lembaga pendidikan. Sehingga keberadaanya sangat penting. Jika saja Dapodik tidak dihandel dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap lembaga sekolah itu sendiri. Terkait BOP, itu akan terinclude dalam aplikasi khusus Dapodik. 

"Operator itu jantung dari satu lembaga sekolah. Kalau jantung itu tidak bisa berfungsi, maka tidak bisa pompa darah ke seluruh tubuh. Pelatihan ini sangat penting bagi peserta. Sehingga diharapkan, waktu yang disediakan bisa dimanfaatkan dengan betul. Oleh karena itu pulang dari pelatihan ini, bisa diaplikasikan di sekolah masing-masing," kata Rofinus.

Menurut dia, lembaga PAUD itu memang sangat penting. Hal itu karena peletak dasar pendidikan di seluruh dunia. Pendidikan itu sebenarnya, itu sejak dalam kandungan. Anak-anak itu di didik sejak dini, karena usia dini itu termasuk kategori emasnya anak-anak untuk di didik. Disanalah akan pembentukan karakter paling utama. 

"Lembaga PAUD itu dimunculkan dengan pengembangan karakter. Seperti kepada anak-anak dilatih berdoa, menyanyi, bertata kerama. Jadi di PAUD itu, tidak sedang mengajar Matematika, menulis, dan membaca. Karena semua itu ada level berikutnya. Manusia yang usia dini, itu mudah dibentuk karakternya," sebut Rofinus. 

Kepada peserta pelatihan, Rofinus berpesan agar manfaatkan skil yang ada atau yang dimiliki dengan mem-backup data dapodik di sekolah. Tentu, jangan pulang sama dengan datang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bidang PAUD dan PNF Dinas PPO, atas terselenggaranya kegiatan pelatihan bagi para operator PAUD. (*)

Penulis: Fansi Runggat
Editor: Marthen Bana

  • Bagikan