Turunkan Angka Stunting di TTS, Menteri Bintang: Penting Pembekalan Ibu-ibu di Desa

  • Bagikan
DI DESA PUSU. Menteri PPPA, Bintang Puspayoga (kiri) bersama Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni saat berdialog dengan ibu-ibu dengan anak stunting di Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, TTS dalam kunjungannya baru-baru ini. (FOTO: ISTIMEWA)

JAKARTA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Pemerintah telah menargetkan untuk menurunkan angka stunting atau bayi tumbuh kerdil di Indonesia sebesar 14 persen pada 2024 mendatang. Karena itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya penanganan dan pencegahan stunting.

Bintang Puspayoga menekankan hal ini setelah dirinya berkunjung ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana daerah itu sebagai salah satu kantong penyumbang stunting tertinggi di Indonesia.

Saat berkunjung ke Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, TTS, Bintang Puspayoga bertemu dengan 102 anak yang mengalami stunting bersama orang tuanya.

“Konsentrasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari pemerintah pusat, perlu didukung sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari tingkat desa. Seperti di Desa Pusu ini harus diperhatikan pemenuhan hak anak dan perlindungannya. Karena, ketika kita bicara pembangunan sumber daya manusia, berbeda dengan pembangunan sumber daya fisik yang tampak jelas,” kata Bintang dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5).

Menteri Bintang menilai, pembekalan terhadap ibu-ibu di Desa Pusu, TTS menjadi penting agar dapat menekan angka stunting. Kementerian PPPA telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara optimal, salah satunya melalui menekan angka stunting anak. “Bicara masalah stunting bukan hanya dari pola makan anak, tapi juga pola asuh dan sanitasi menjadi penting. Selain itu, intervensi 1.000 hari kehidupan yang diawali dengan sembilan bulan ketika janin masih dalam kandungan dan dua tahun setelah anak lahir menjadi hal penting yang harus ibu-ibu perhatikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menteri Bintang mengapresiasi peran serta mama-mama di Desa Pusu dalam menekan dan mengatasi stunting melalui dibentuknya 10 orang kader yang memberikan pendampingan kepada para ibu dan anak melalui posyandu. (jpc/jpg)

  • Bagikan