3 Hari Tinggalkan Rumah, Warga Ponu Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Kebun

  • Bagikan
OLAH TKP. Anggota Polsek dan Tim medis Puskesmas Ponu sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jasad Mikael Suni yang ditemukan tak bernyawa di pondok kebunnya, di Laliman, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU, Senin (6/6). (FOTO: ISTIMEWA)

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG. FAJAR.CO.ID-Warga Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), gempar. Pasalnya, warga menemukan sesosok lelaki dalam kondisi tak bernyawa di dalam pondok/rumah kebun di Laliman, Desa Ponu.

Korban yang diketahui bernama Mikael Suni, 62, itu ditemukan pada Senin (6/6) sekira pukul 18.00 Wita. Mikael merupakan warga Kampung Oetfo, Desa Ponu. Saat ditemukan, korban dalam posisi tidur telungkup dengan kepala tertunduk di atas karung. Korban pertama kali ditemukan oleh Maria Gaudensiana Bano yang juga anak kandung korban. Dari kondisi fisik, korban diduga sudah meninggal dua hari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TIMEX, awalnya saksi Gaudensiana hendak mengunjungi korban di pondok kebun mereka. Saat tiba, saksi yang juga anak korban merasa curiga sebab saat mendekati lokasi, ia mencium aroma tak sedap yang bersumber dari arah pondok.

Gaudensiana terus mendekat, dan betapa kagetnya ia ketika aroma tak sedap itu terasa dari pondok, dan ketika melihat ke dalamnya, sang ayah sudah terbujur kaku. Setelah memastikan bahwa yang meninggal itu adalah ayahnya, Gaudensiana bergegas ke rumah dan menyampaikan kepada ibundanya, Yasinta Eli.

Informasi cepat menyebar ke warga dan mendatangi lokasi. Anggota Polsek Biboki Anleu pun tiba di lokasi memastikan kondisi jasad korban dan melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, ditemukan dalam posisi tidur tertelungkup dengan kepala di atas karung berisi biji gewang. Korban tidak menggunakan baju dan hanya menggunakan celana pendek warna hitam.

Korban diperiksa oleh dr. Tian Prianto Dida dari Puskesmas Ponu. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, dari lubang hidung korban mengeluarkan cairan hitam. Selain itu, lidah korban tampak menjulur keluar sepanjang 2 Cm. Kuku tidak ditemukan. Selain itu ada lebam di bagian dada, lengan kanan bagian belakang, lutut kanan dan kiri bagian luar, tangan kiri, dan bagian wajah korban dan dari lubang anus ditemukan darah.

Setelah melakukan visum luar terhadap jasad korban, korban digotong dari pondok menuju ke rumah tinggalnya yang berjarak lebih kurang 10 Km.

Yasinta Eli, isteri korban menuturkan bahwa Mikhael suaminya terakhir berada di rumah pada Jumat, 3 Juni 2022 sekitar pukul 06.00 Wita. Sebelum berpamitan pergi ke lokasi pondok di kebunnya, membawa bekal berupa kopi dan gula ke pondok kebun untuk menggembala sapi.

Menurut Yasinta, selama ini korban sering bermalam di pondok sendirian. Biasanya baru kembali ke rumah setelah kehabisan bekal atau seminggu sekali.

Yasinta tak menduga jika suaminya itu harus meninggal dalam kondisi seperti itu. Selama ini korban memiliki riwayat penyakit batuk asma dan sering berobat di Puskesmas Ponu. "Selama ini suami saya (korban) sering mengeluh sakit asma dan berobat di Puskesmas. Selama ini tinggal sendiri di pondok kebun untuk jaga sapi di kebun," ucap Yasinta. (*)

Penulis: Johni Siki
Editor: Marthen Bana

  • Bagikan