Pengungsi Afganistan yang Mencoba Bunuh Diri Berhasil Diselamatkan

  • Bagikan
BERHASIL DISELAMATKAN. Petugas penyelamat berhasil mengevakuasi Hassan Riza dari atas Jembatan Liliba sekira pukul 21.12 Wita, Jumat (24/6). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

Proses Evakuasi Berlangsung Dua Jam Lebih

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Hassan Riza, pengungsi Afganistan di Kota Kupang yang mencoba bunuh diri di Jembatan Liliba, Kelurahan Liliba, akhirnya berhasil diselamatkan petugas penyelamat. Hassan berhasil dievakuasi dari puncak penyangga Jembatan Liliba sekira pukul 21.12 Wita dibantu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang bersamaan dengan psikolog dari pihak IOM.

Psikolog bersama Polres Kupang Kota berupaya membujuk Hassan Riza dengan berbagai upaya menenangkan dan berjanji agar menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Setelah berhasil diturunkan, Hassan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata. Hassan sempat menolak dan memberontak tak mau dibawa ke RSJ, namun tetap diarahkan dan dipaksa untuk ikut dalam mobil Patroli Polisi dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Proses upaya evakuasi ini berlangsung lebih kurang dua jam, ketika sekira pukul 19.00 Wita, pihak Polresta Kupang Kota mendapat laporan bahwa ada seorang warga yang berada di atas Jembatan Liliba. Tim Polres Kupang Kota pun langsung turun ke lokasi, selanjutnya menghubungi pihak Pemadam Kebakaran dan Basarnas Kupang untuk membantu upaya penyelamatan.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan, atas pertolongan Tuhan dan kerja sama semua pihak, Kepolisian Polres Kupang Kota, Damkar, BPBD, semuanya bekerja dengan cepat dan sabar.

"Kita mendapatkan laporan pukul 19.00 Wita, kemudian kita langsung ke lokasi, dan langsung membersihkan lokasi supaya yang bersangkutan tidak stres, langsung menghubungi Damkar dan BPBD Kota Kupang," katanya.

Dengan kesabaran, kata Kapolres, komunikasi cukup baik, akhirnya yang bersangkutan turun dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.

"Kalau dari keterangan rekan-rekannya, yang bersangkutan mengalami depresi, ada hal-hal yang membuat dia terbebani. Yang bersangkutan juga mengonsumsi minuman keras sehingga mabuk, sehingga agak sulit untuk mengevakuasi, tetapi dengan kesabaran kita bisa evakuasi dengan baik," jelasnya.

Proses evakuasi, kata Kombes Krisna berlangsungg selama hampir dua jam lebih. "Mereka selama ini dalam pengawasan IOM, mereka adalah pengungsi sehingga ada aturan-aturan yang mengatur mereka ketika berada di suatu daerah," jelasnya. (*)

Penulis: Fenti Anin
Editor: Marthen Bana

  • Bagikan