Imelda Bere Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kamar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

  • Bagikan
OLAH TKP. Tim penyidik Satreskrim Polres Belu saat melakukan olah TKP di rumah korban, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Minggu (3/7). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Imelda Bere, 17, warga Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu ditemukan tak bernyawa dalam kamar tidur di rumahnya sendiri, Minggu (3/7).

Remaja putri yang ditemukan sudah tak bernyawa itu sempat dilarikan ke RSUD Atambua untuk mendapatkan pertolongan medis, namun tidak bisa tertolong lagi karena sudah meninggal sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alif Yulamlam kepada TIMEX, Selasa (5/7) membenarkan adanya peristiwa itu.

Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat memberikan uang tunai Rp 40.000 kepada saksi JL untuk pangkas rambutnya.

Sayangnya, saat kembali ke rumah, saksi JL memanggil korban untuk membuka pintu. Namun tidak ada yang menjawab. Saksi JL berpikir bahwa korban sedang tidur dan saat itu saksi duduk menunggu di depan rumah korban.

Berselang waktu sekitar satu jam kemudian, saksi JL kembali memanggil korban namun tetap tidak dijawab. Sehingga saksi JL mencungkil pintu kamar sebelah kiri kemudian mengintip ke kamar sebelah dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung.

"Saat itu saksi JL memanjat dinding pembatas kamar dan langsung menurunkan korban, setelah itu saksi JL keluar dan berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar," kata Sujud.

Sementara, saksi FK yang mendengar teriakan minta tolong dari saksi JL langsung datang ke TKP. Saat itu saksi FK melihat saksi JL sementara memeluk korban sehingga saksi FK menyuruh saksi JL untuk langsung membawa korban ke rumah sakit. "Sekitar pukul 13.37 Wita, korban tiba di RSUD MGR. Gabriel Manek untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak bisa tertolong lagi," jelasnya.

Sujud menyebutkan, setelah menerima informasi, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan telah melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab kematian korban.

Dijelaskan, tim penyidik juga telah melakukan visum at repertum dan telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang mengetahui persis kematian korban. "Kita akan ungkap kasus ini secara terbuka, kita sementara periksa sejumlah saksi yang mengetahui persis kejadian ini," pungkasnya. (mg26)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan