Kebakaran di Ende Tengah, Ibu dan Bayi Lolos dari Kobaran Api

  • Bagikan
TINGGAL PUING. Tampak kondisi rumah Julius Lende yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran yang terjadi di wilayah Kelurahan Paupire, Senin (18/7). (FOTO: LEXI SEKO/TIMEX)

ENDE, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Kebakaran kembali terjadi di Kota Ende. Kali ini menimpa kediaman satu keluarga muda yang berdomisili di Jalan Samratulangi, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah. 

Rumah milik Julius Lende, 23, warga RT 001/RW 002, Senin (18/7), ludes dilalap si jago merah. Beruntung sang istri, Maria Fatima Londa, 20, bersama bayi yang baru berusia seminggu berhasil lolos dari kebakaran itu sehingga keduanya selamat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi  kejadian, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Diduga api berasal dari hubungan arus pendek. Dalam kejadian tersebut menyebabkan rumah milik Julius Lende rata dengan tanah. Rumah sederhana tersebut hangus terbakar hanya dalam waktu lebih kurang 30 menit.

Saat kejadian, ibu Maria Fatima Londa sedang berada di dalam rumah bersama bayi laki-laki yang baru berusia satu pekan. Sementara sang suami, Julius Lende sedang berada di RSUD Ende menjenguk keluarga yang sakit.

"Saat itu di rumah cuma istri Julius, Ibu Maria Fatima Londa bersama anaknya yang baru berusia satu minggu. Sementara Pak Julius ada di rumah sakit mengunjungi kerabatnya yang sakit," kata Hendrik, salah satu saksi yang melihat kejadian tersebut. 

Hendrik menyebutkan, api dengan tiba-tiba saja membesar serta menyambar sebagian rumah. Istri korban yang tengah berada di dalam rumah langsung berlari dengan menggendong bayinya. "Istrinya lari keluar, dengan  menggedong bayi laki-lakinya untuk menyelamatkan diri dan teriak meminta pertolongan kepada warga," ujarnya.

Hendrik menyebutkan, api berasal dari sisi kiri atas rumah, yang diduga akibat terjadinya hubungan arus pendek atau korslet. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa ataupun korban luka-luka. Sementara taksasi kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah karena sejumlah barang milik korban hangus terbakar. 

Satu unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi ketika rumah korban sudah rata dengan tanah. Para petugas Damkar hanya melakukan pembersihan dengan mematikan sisa-sisa api mengantisipasi bunga api agar tidak menyebar ke rumah penduduk lainnya. (Kr7)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan