Sampaikan Permohonan Maaf, Mgr. Petrus Turang Selalu Doakan Umat

  • Bagikan
SPESIAL. Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Gubernur NTT pada syukuran pesta perak tahbisan episkopal Uskup Agung Kupang di Gereja St. Maria Asumpta, Rabu (27/7). (FOTO: INTHO HERISON/TIHU)

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr sudah membaktikan diri hingga 25 tahun menjadi seorang Uksup di Keuskupan Agung Kupang. Pesta Perak Tahbisan Episkopal Uskup Agung Kupang ini dihadiri 20 Uskup dari berbagai Keuskupan di Indonesia, termasuk Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo.

Prosesi perayaan dilangsungkan dengan ibadah syukuran di Gereja St. Maria Asumpta berlangsung meriah dan dihadiri ribuan umat Katolik di Kota Kupang dan sekitarnya.

Turut hadir, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Anggota DPR RI, Herman Hery, Ketua DPRD NTT, Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, Wali Kota Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, Hermanus Man hingga sejumlah unsur Forkompinda di NTT.

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piere Pioppo tiba depan gerbang gereja sekitar pukul 09:30 Wita langsung disambut Gubernur VBL didampingi Wagub Josef Nai Soi, Anggota DPR RI, Herman Hery, Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dan puluhan uskup yang hadir di Kupang, kemarin (27/7).

Dari gerbang, dilakukan pengalungan dari panitia perayaan dan dilanjutkan dengan Natoni sebagai ucapan selamat datang. Hentakan kaki rombongan itu diiringi tarian asal Sumba menuju gedung gereja. Dilanjutkan dengan tarian Likurai ke dalam Gereja Sta. Maria Asumpta.

Pada kesempatan memberi sambutan, Mgr Petrus Turang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantunya selama memberi pelayanan di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Kepada umat, Mgr. Turang menyampaikan hal serupa. Dia mengaku tiap doanya tercurahkan bagi umat yang telah memberinya ruang dan kesempatan untuk memberikan pelayanan di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Keterbukaan dan kerelaan umat ini juga membantu pelayanan menjaga kerukunan umat beragama. Baginya, memberinya kesempatan menjadi seorang Uskup di tempat ini, sekaligus menjaga kerukunan antarumat di wilayah kerjanya.

"Kami membangun hubungan yang baik. Hubungan baik ini bukan basa-basi tapi memang sungguh-sungguh. Hubungan yang didasarkan atas saling mendoakan membangun keutuhan yang ada disini," katanya.

Kontribusi dari pemerintah yang memberikan tempat bagi pelayan umat seperti dirinya, juga diapresiasi. Sebab, menurutnya, Pemerintah bersama unsur Forkompinda ikut berpartisipasi menjaga ketentraman ketika umat melaksanakan ibadat di rumah ibadah. Sebaliknya, Gereja memberi artian sesuai kultur budaya kepada pejabat untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Mgr. Petrus Turang juga berseloroh perihal surat dari Paus Fransiskus. Surat yang dibacakan Dubes Vatikan, Mgr. Piero Pioppo. "Saya pikir bahwa ini surat yang turun dari Sri Paus, dia sudah bilang pada perayaan 25 tahun ini engkau sudah boleh berhenti, tapi belum. Dia lupa, dia lupa tulis," celetuk Mgr. Petrus disambut gelak tawa umat dan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya itu, Mgr. Petrus Turang berulang kali menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan partisipasi membantu dirinya menjalani pelayanan sebagai seorang Uskup.

Utusan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang hadir dalam acara itu, disambut hangat Mgr. Petrus Turang. Dia hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto yang sering disapa Mgr. Petrus Turang sebagai Mas Prabowo.

Uskup berusia 75 tahun ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua orang, bila dalam pelayanan dirinya selama ini ada kurang dan kesalahan. Baginya, ia juga sama seperti manusia lain yang tidak luput dari salah.

"Minta maaf kepada kita semua. Uskup juga manusia. Sama dengan Bapak Gubernur Viktor, dia juga manusia punya banyak kesalahan. Minta maaf ada kekurangan dan kelemahan kami. Tuhan memberkati kita dengan rahmat kasihnya supaya saling mengampuni itu juga kita menemukan keterbatasan untuk bersyukur kepada Tuhan," ucapnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di pelataran gereja Santa Maria Assumpta. Saat keluar dari area gereja, umat dan undangan yang hadir berebutan untuk berfoto dengan yang mulia. Sosok Mgr. Petrus Turang, merespon dengan terbuka. Tidak ada jarak, ia tampak sangat dekat dengan umat.

Setelah berfoto dengan umat di dalam gereja, Mgr. Petrus Turang keluar ke tempat acara berikutnya disamping gereja. Jejeran kursi dan panggung megah sudah siap ditempat tersebut. Pembawa acara meminta Mgr. Petrus Turang untuk berada di atas panggung.

Ia diberi kesempatan selaku orang yang berbahagia pada momentum itu untuk memotong tumpeng. Saat suasana pemotongan tumpeng, letupan kembang api dan lantutan lagi mengiringi suasana sing hari itu.

Pembawa acara mengarahkan yang mulia Uskup Petrus Turang untuk memberikan potongan tumpeng pertama kepada orang yang spesial. Mgr Petrus Turang, turun dari panggung utama dan berjalan ke kursi VIP. Disana, ia memberikan potongan tumpeng pertama kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Gubernur Viktor yang menerima itu, sepontan kaget. Ia seolah tidak menyangka menjadi orang penting dan diberikan potongan tumpeng pertama pada perayaan pesta perak Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Pr. Potongan tumpeng selanjutnya diberikan kepada para tamu VIP yang berada di dekat Mgr. Petrus Turang.

Adapun setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan acara hiburan dari keluarga Manado yang ada di Kota Kupang. Lagu-lagu dengan alat musik khas Manado berdendang di acara siang hari itu. Beberapa tamu termasuk Mgr. Petrus Turang larut dalam tenda sukacita itu.

Setelah acara ramah tamah, selanjutnya malam hari diadakan jamuan makan malam bersama bertempat di pelataran Gereja Oeleta, Kelurahan Penkase Kota Kupang.

Untuk diketahui, selama menjalani tugasnya sebagai Uskup, Mgr Petrus Turang dikenal ikut ambil bagian dalam memberikan masukan untuk perkembangan gereja di Indonesia maupun dunia dan juga kebijakan pemerintah di NTT.

Mgr. Petrus Turang adalah Uskup Agung di Keuskupan Agung Kupang yang telah menjabat sejak 10 Oktober 1997, dan meneruskan secara otomatis kepemimpinan keuskupan pasca meninggalnya Uskup Agung Gregorius Manteiro, SVD.

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang lahir pada 23 Februari 1947. Ia ditahbiskan menjadi imam Diosesan Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974. Ia sempat memegang jabatan sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).

Selama memegang jabatan tersebut, Mgr. Turang ditunjuk sebagai Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang pada 21 April 1997. Ia ditahbiskan menjadi Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang pada 27 Juli 1997 di Arena Promosi Hasil Kerajinan Tangan Rakyat NTT, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Mgr. Petrus Turang saat itu ditahbiskan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ yang bertindak sebagai Penahbis Utama. Kardinal saat itu didampingi oleh Pro-Nuncio Apostolik untuk Indonesia yang bergelar Uskup Agung Tituler Bellicastrum, Pietro Sambi dan Uskup Agung Kupang saat itu, Gregorius Manteiro.

Seiring dengan wafatnya Uskup Agung Manteiro, Mgr Petrus Turang secara otomatis meneruskan jabatan sebagai Uskup Agung Kupang sejak 10 Oktober 1997. Ia menjadi Penahbis Pendamping bagi Mgr. Alberto Ricardo da Silva sebagai Uskup Dili pada 2 Mei 2004 dan bagi Mgr Dominikus Saku sebagai Uskup Atambua pada 21 September 2007. Selain itu, Mgr. Turang juga sudah menahbiskan banyak imam diosesan Kupang dan juga sejumlah Kongregasi. (r3/ito)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan