Tolak Tarif Rp 3,75 Juta, JK Minta Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 1 Juta

  • Bagikan
DUTA KOMODO. Jusuf Kalla di Pulau Komodo saat menjadi Duta Komodo 2011-2013. (FOTO: IST)

JAKARTA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID – Penetapan tarif tiket masuk Pulau Komodo yang melambung tinggi menuai polemik sekaligus kritik. Mereka yang kontra menyayangkan harga tiket terlalu tinggi, yaitu mencapai Rp 3,75 juta per orang. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keprihatinan atas keputusan tersebut.

Seperti diketahui, jejak Jusuf Kalla nyata dalam menjadikan Komodo lebih terkenal dan menjadi tujuh keajaiban alam yang baru. Jusuf Kalla sempat menjadi duta pemenangan komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru atau The New Seven Wonders 2012–2013.

Pria yang karib disapa JK itu mengatakan, kondisi di Labuan Bajo sangat memprihatinkan. Apalagi, sebelumnya sempat ada tindakan represif dari aparat keamanan terhadap para peserta aksi unjuk rasa yang menentang penetapan tarif tersebut.

’’Pulau Komodo itu sudah mendunia. Bahkan sudah menjadi destinasi favorit yang menyedot ribuan wisatawan,’’ kata JK di Jakarta kemarin (6/8).

Menurut wakil presiden ke-10 dan ke-12 itu, pengenaan tarif yang sangat tinggi dapat memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Ujung-ujungnya, dunia wisata di sana bakal lesu.

JK menambahkan, sektor wisata di Labuan Bajo menjadi mesin utama penggerak ekonomi. Sebab, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor itu. Mulai perhotelan, kuliner, pelayaran, hingga unit usaha lain seperti penangkapan ikan.

Sektor-sektor tersebut bakal terimbas ketika terjadi penurunan jumlah wisatawan di Labuan Bajo.
’’Karena itu, tarif ini perlu dievaluasi,’’ jelasnya.

JK mengusulkan tarifnya diturunkan hingga cukup Rp 1 juta saja. Kemudian, dilakukan pembatasan kunjungan ke Pulau Komodo sebanyak 500 orang setiap hari. Dengan demikian, bisa dihitung dalam sehari ada pendapatan Rp 500 juta atau dalam sebulan mencapai Rp 15 miliar lebih.

Dengan tarif yang lebih terjangkau itu, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo akan tinggi. Kemudian, hotel dan layanan pariwisata lainnya tetap bisa hidup. Dari pengalamannya, wisatawan datang ke Pulau Komodo biasanya cukup sekali dalam seumur hidupnya. ’’Yang penting bisa lihat komodo,’’ tuturnya.

Pada 13 September 2013, Taman Nasional Pulau Komodo ditetapkan sebagai 7 Keajaiban Alam Dunia Baru atau New 7 Wonders of Nature. Saat ditunjuk sebagai Duta Komodo, JK beberapa kali mengunjungi Pulau Komodo yang bisa diakses lewat jalur laut dari Labuan Bajo.

Saat itu ada 100 juta lebih suara yang memilih Pulau Komodo sebagai keajaiban dunia. Tarif tiket masuk Pulau Komodo Rp 3,75 juta/orang itu berlaku sejak 1 Agustus 2022. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tarif tersebut berlaku untuk masuk Pulau Komodo.

Kadis Pariwisata NTT, Zet Sony Libing sebelumny menegaskan, aksi demonstrasi penolakan tarif masuk Pulau Komodo dan Padar itu tidak mempengaruhi keputusan pemerintah menerapkan tarif Rp 3,75 juta per tahun per orang masuk ke Pulau Komodo dan Padar. Hari pertama penerapan tarif itu, Senin (1/8) terjadi aksi mogok yang dilakukan semua pelaku wisata di Labuan Bajo. Hari itu wisata Labuan Bajo lumpuh.

Pemerintah Kabupaten dan Provinsi NTT cepat mengambil langkah. Pemkab mengerahkan kendaraan untuk mengangkut wisatawan dari Bandara Komodo menuju hotel. Tanpa ada aktifitas di objek wisata hari itu. Hari itu juga Pemprov NTT dan segenap Forkompimda melakukan rapat dan mengambil langkah mengatasi situasi di Labuan Bajo.

Polda NTT mengerahkan pasukan dalam jumlah banyak ke Labuan Bajo. Hasilnya, keesokan harinya Selasa (2/8) aktifitas pariwisata berangsur normal yang ditandai dengan penangkapan tiga demonstran dan seorang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Kini tidak ada aksi penolakan yang dilakukan secara terbuka. Aktifitas wisata mulai kembali normal. (wan/c7/cak/jpg/ito)

  • Bagikan