Tenunan Bendera Merah Putih Tanpa Jahitan dan Sketsa Wajah Jokowi

  • Bagikan
BENDERA TANPA JAHITAN. Bendera Merah Putih sepanjang 77 meter dan lebar 1 meter diarak usai upacara detik-detik HUT RI tingkat Kabupaten Sabu Raijua, Rabu (17/8/2022). Bendera Merah Putih hasil kerajinan tangan pengrajin Ibrahim Bire Logo dan sketsa wajah Jokowi ini merupakan persembahan masyarakat Sabu Raijua dalam rangka HUT ke-77 RI. (FOTO: ISTIMEWA)

Persembahan Masyarakat Sabu di HUT ke-77 RI

SEBA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua memilki cara unik dalam memeriahkan HUT ke-77 RI. Selain menyelenggarakan upacara detik-detik HUT RI dengan inspektur upacara Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si, masyarakat di beranda terdepan NKRI itu mempersembahkan sebuah lukisan sketsa wajah Presiden RI, Ir. Joko Widodo dari tenunan Sabu Raijua dan kain tenunan merah putih tanpa jahitan sepanjang 77 meter dan lebar 1 meter.

Inisiatif penenunan sketsa dan bendera itu datang dari Ibrahim Bire Logo, S.Pd seorang pegiat seni yang juga guru di SD GMIT Lederaemawide 2, Sabu-Raijua. Ide Ibrahim ini mendapat dukungan penuh Bupati Sabu Raijua.

Tenunan merah putuh tanpa jahitan itu dibentangkan dan diarak usai pelaksanaan upacara 17 Agustus 2022 lalu. Selain mengarak kain tenunan juga diperlihatkan sketsa wajah Presiden Jokowi yang terbuat dari kain tenun. Sketsa tersebut didesain oleh Ibrahim Bire Logo dan ditenun oleh Olivia Rona.

Ibrahim Bire Logo yang dihubungi menjelaskan, Bendera Merah Putih dan sketsa wajah Presiden Jokowi itu dibuat selama kurang lebih 56 hari dengan volume kerja setiap hari kurang lebih 19 jam. Bahkan pada hari terakhir dikerjakan selama 24 jam.

“Untuk sketsa wajah, hanya butuh waktu 20 hari dengan melibatkan sejumlah orang. Yang paling lama itu benderanya,” kata dia menjelaskan.

Untuk menghasilkan Bendera Merah Putih dari tenunan tersebut, Ibrahim Bire Logo mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta yang merupakan hasul usahanya dan mendapat bantuan dari Bupati Sabu Raijua.

Sedangkan untuk sketsa wajah, membutuhkan dana sekitar Rp5 juta. Selain menenun kain merah putih dan sketsa wajah presiden, pada tahun 2013 lalu, Ibrahim Bule Logo pernah membuat kain Sabu bermotif NKRI sepanjang 68 meter dan lebar 91cm, guna memperingati HUT ke-68 RI. Selain bermotif NKRI juga terdapat lambang negara Burung Garuda, Gambar peta NKRI, Peta NTT, Peta Sabu Raijua dan Gambar Komodo serta motif daerah dari Pulau Timor, Pulau Rote, dan Pulau Sabu.

Bupati Sabu Raija, Nikodemus Rihi Heke memperlihatkan tenunan Sabu bercorak sketsa wajah Presiden Jokowi hasil karya penenun Sabu. (FOTO: ISTIMEWA)

“Saya bikin tenunan itu karena selain memperingati HUT ke-68 RI juga karena Kabupaten Sabu Raijua saat itu baru berumur tiga tahun dan semboyan Sabu Raijua “Mirra Kaddi”, yaitu Sabu Raijua yang berkreasi, bermartabat. Dari situ saya kembangkan dalam karya budaya seperti itu," jelasnya. "Ini juga sebagai bentuk rasa cinta dan ajakan kepada masyarakat untuk mencintai NKRI dalam keberagaman,” tambahnya.

Sedangkan untuk kain tenun Bendera Merah Putih, Ibrahim mengaku terinspirasi dari kutipan Presiden ke-35 AS, John F. Kennedy yang mengatakan, "Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negara.”

“Kutipan itu yang membuat saya mendesain kain tenunan merah putih. Ide ini saya kerjakan bersama kawan-kawan,” kata Ibrahim sambil menyebut beberapa nama penenun kain itu, seperti Sarce Lay Tude, Beneta Labu, dan Elisabeth Dju, S.Pd.

“Untuk pembuatan Bendera Merah Putih ini, semua atas dukungan Pak Bupari Sabu Raijua. Kami berkolaborasi bersama. Pak Bupati sangat respek sekali. Untuk sketsa wajah, kami persembahkan untuk Pak Presiden karena kami nilai beliau itu bapak pembangunan. Ia membangun Indonesia secara merata dan terkhusus Indonesia Timur dan Sabu Raijua khususnya. Jika diperkanankan dan memiliki kesempatan, saya ingin sekali menyerahkan secara langsung sketsa ini ke Presiden Joko Widodo,” harapnya.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke menjelaskan, ide untuk membuat sketsa wajah Presiden Jokowi dalam bentuk tenunan kain Sabu sebagai bukti kecintaan masyarakat Sabu Raijua terhadap sang presiden. Ia menyebut bahwa Jokowi memiliki sifat kebapakan yang terpancar dalam kesederhanaannya.

“Potret seorang Jokowi yang dapat menjangkau yang tidak terjangkau, yang bisa meramu setiap perbedaan dan memiliki integritas sebagai jati dirinya,” kata Bupati Nikodemus.

Menurutnya, sketsa wajah sang presiden dikerjakan oleh tangan-tangan terampil dan lembut dari putra-putri Sabu Raijua. “Dari beranda selatan NKRI, kami persembahkan sketsa dan Bendera Merah Putih tanpa jahitan ini untuk Bapak Jokowi dan untuk Bangsa Indonesia,” ujar Bupati Nikodemus. (*/yl)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan