USAID Gelar Lokakarya Terkait Sufas, Bupati Hery: KIA Jadi Persoalan Urgen di Manggarai

  • Bagikan
Bupati Manggarai, Hery Nabit pose bersama penyelenggara lokakarya dan narasumber usai acara di gedung Effata St. Aloysius Ruteng, Kamis (26/1). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

RUTENG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), menggelar lokakarya hasil supervisi fasilitatif (Sufas) pada sejumlah Puskesmas di Kabupaten Manggarai. Program kerja sama Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan USAID itu berlangsung di gedung Effata St. Aloysius Ruteng, Kamis (26/1).

Kegiatan itu menghadirkan Bupati Manggarai, Hery Nabit untuk beraudensi. Hadir pula Supervisor Program Manager Wilayah Flores USAID Momentum NTT, dr. Ignasius Henyo Kerong, bersama tim dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ketua Komisi A DPRD Manggarai, Thomas Edison Rihi Mone, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan, Kepala Bapelitbangda Manggarai, Hila Jonta, Direktur RSUD Ruteng, dan sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Manggarai, dan tim Momentum.

"Kegiatan Sufas ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir pada Puskesmas yang ada di Kabupaten Manggarai," ujar Senior Manager Program Momentum, dr. Ignasius Henyo Kerong.

Dokter Ignasius Kerong menjelaskan, di Kabupaten Manggarai sendiri telah dilakukan Sufas pada tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Iteng, Puskesmas Reo, dan Puskesmas Wae Kajong. Pendampingan dilakukan secara onsite maupun online, dan telah berjalan dengan baik. Dari hasil Sufas itu, ketiga Puskesmas telah mencapai target penilaian di atas 80 persen untuk semua item penilaian.

"Sufas terhadap tiga Puskesmas tersebut dilakukan selama tiga tahap, dan merupakan salah satu kegiatan dari Program Momentum hasil kerja sama antara USAID dengan Kemenkes RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTT," jelasnya.

Sementara Bupati Manggarai, Hery Nabit dalam kesempatan itu memberi apresiasi atas pelaksanaan lokakarya yang dilaksanakan di awal tahun. Pemilihan waktu di awal tahun akan membantu Pemerintah dan DPRD menyesuaikan perencanaan di tahun 2023, sehingga diharapkan dapat dimasukkan sebagai Perkada.

Menurut Bupati Hery, isu Kematian Ibu dan Anak (KIA) merupakan persoalan urgen yang sedang dihadapi oleh Kabupaten Manggarai. Persoalan ini akan semakin pelik dengan kurangnya kesadaran dari beberapa keluarga terkait ancaman persoalan KIA. Namun Dia menegaskan, kesulitan-kesulitan ini perlu dilihat sebagai pelajaran agar penanganya dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Bupati Hery juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Manggarai. Pada masa sekarang, tenaga kesehatan dihadapkan pada situasi yang semakin sulit, karena semakin banyak tuntutan dan target yang harus dipenuhi. Sekalipun di sisi lain, berhadapan dengan keterbatasan fasilitas, waktu, dan personil. 

"Untuk itu saya menegaskan agar seluruh instansi yang mengurusi bidang kesehatan, agar dapat memperhatikan dan mempertimbangkan penyusunan anggaran sesuai peruntukan dan asas manfaatnya," kata Bupati Hery Nabit.

Bupati Hery menambahkan, sekilas dari sisi anggaran, plot untuk bidang kesehatan cukup terbiayai karena sejak lama sudah banyak pihak atau lembaga yang melakukan intervensi untuk penanganan bidang kesehatan. Namun, ada banyak faktor yang memang perlu diperhatikan dengan baik. Sehingga segenap tenaga kesehatan maupun stakholder diajak untuk selalu membuka diri agar dapat terus belajar dari keterbatasan-keterbatasan yang ada.

"Untuk bidang kesehatan saya tidak ragu, karena bidang ini sudah lama sekali menjadi intervensi dari begitu banyak pihak. Sehingga keterbukaan itu merupakan sebuah keniscayaan bagi bidang kesehatan. Terutama bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama," tutur Bupati Hery. (*)

Penulis: Fansi Runggat

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan