Belum Ada Jalan Alternatif, Ruas Jalan RI-RDTL Belum Bisa Diakses, BPBD Kerahkan Alat Berat

  • Bagikan
TERJEBAK. Ratusan kendaraan tujuan Kupang terjebak longsor di jalan Timor Raya KM 37, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Sabtu (18/2). (FOTO: ISTIMEWA).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Ruas jalan nasional yang menghubungkan Indonesia-Republik Demokrat Timor Leste (RI-RDTL) tidak bisa diakses akibat bencana longsor. Bencana alam tersebut terjadi di Jalan Timor Raya KM 37, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang Jumat (17/2) petang.

Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan koordinasi secara berjenjang untuk melakukan penanganan.

Sejumlah alat berat sudah diterjunkan ke lokasi longsor namun hingga kini, material longsor belum bisa dibersihkan. Selain itu, belum ada jalan alternatif sehingga akses dari Kabupaten TTS, TTU, Belu, Kabupaten Malaka dan Timor Leste ke Kota Kupang lumpuh total.

Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo kepada Timor Express mengaku sudah menerima laporan dari BPBD Kabupaten Kupang terkait bencana alam tersebut.

LONGSOR. Ruas jalan Timor Raya KM 37 Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang tertimbun longsor, Sabtu (18/2). (FOTO: ISTIMEWA).

Ambrosius menyebut, pihaknya juga secara berjenjang telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah X untuk penanganan bencana itu karena ruas jalan tersebut merupakan jalan dengan status nasional.

"Kami dari tadi malam, sudah berkoordinasi dan Kepala BPBD dan Kadis PUPR Kabupaten Kupang sudah turun. Mereka juga menerjunkan alat berat untuk bersihkan material tapi hasilnya masih nihil," ujarnya.

Dikatakan, belum ada jalur alternatif sehingga banyak kendaraan yang terjebak ketika hendak bepergian ke Kota Kupang maupun sebaliknya. "Ini mau dikatakan fenomena karena gunung pindah. Sedangkan longsor biasa tidak seperti ini. Karena gunung yang pindah sehingga untuk buka akses jalan, maka harus belah gunung," tuturnya.

Sebelumnya, Sherlyani BT, warga Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama sang suami yang hendak ke Kupang, memilih putar balik karena tak mau ambil risiko dengan bencana tersebut.

"Kami sudah putar balik karena atrean kendaraan panjang, dan material longsor belum habis dibersihkan," kata Sherly kepada TIMEX, sekira pukul 23.00 Wita, Jumat (17/2).

Informasi yang diperoleh dari TKP, terdapat satu unit mobil tronton tertimbun material longsor. Mobil tersebut melanju dari arah TTS menuju Kota Kupang namun sesampainya di TPK, terjadi longsor dan mobil terjebak hingga tertimbun.

Supir berhasil menyelamatkan diri dari kejadian tersebut. Sejumlah rumah warga juga dikabarkan terdampak akibat bencana tersebut dan tidak ada korban jiwa. (r3/aln)

  • Bagikan