Sulap Barang Bekas Jadi Karya Berkelas

  • Bagikan
KREASI. Potret ibu-ibu yang berkreasi membuat bunga dari barang bekas di Kelurahan Sikumana, Sabtu (27/5). (FOTO: RESTI SELI/TIMEX)

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID - Demi mendorong kreatifitas ibu-ibu di RT.41/RW.18 Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Dosen Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana melaksanakan pengabdian masyarakat dengan mengolah barang bekas menjadi hiasan rumah tangga yang berkelas.

Menurut Anita Lidesna Shinta Amat, S.Farm. M.Si, A.pt, sebagai dosen yang menggelar kegiatan tersebut mengaku, saat ini banyak barang bekas yang dinilai tidak memiliki fungsi apapun. Padahal, apabila dikreasikan, mampu menjadi dekorasi rumahan yang estetik.

Di sisi lain, Anita juga menyebut, kreasi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk menambah penghasilan ekonomi sehari-hari.

"Selain mendorong kreatifitas ibu-ibu, juga bisa menambah nilai ekonomi dalam rumah tangga kan, toh ini dari barang-barang bekas yang mudah didapat," tutur Anita ketika selesai kegiatan, Sabtu (27/5).

Dirinya menyasar ibu rumah tangga agar ibu-ibu juga dapat diberdayakan sehingga memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis.

"Dengan kegiatan ini diharapkan ibu-ibu bisa punya kreasi dan keterampilan baru yang semoga nanti bisa berdampak pada pendapatan rumah tangganya," ucap Anita.

Untuk menunjang jalannya kegiatan, Anita menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman dalam urusan dekorasi, yakni Saly Sina dan Poppy Neno.

Keduanya menjelaskan barang bekas yang digunakan diantaranya, botol minuman mineral atau minyak goreng, gelas es buah, kantong plastik, kawat, gunting, penggaris dan selotip.

Peserta yang hadir dibentuk dalam empat kelompok dan mempraktikan langsung cara pembuatannya.

Lurah Sikumana, Getruida Isabela yang juga hadir dan mengikuti praktek pembuatan tersebut menuturkan, kreasi barang bekas itu sangat bermanfaat, terutama juga turut mensukseskan program Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh dalam memberantas sampah.

"Ini kan merupakan wujud membantu program pemerintah mengurangi sampah. Jadi patut diapresiasi," ungkap Getruida.

Selain itu, ia juga menyebut, ibu-ibu di RT tersebut sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, sehingga dengan adanya pengabdian itu dapat mendorong produktifitas ibu-ibu dalam mendapatkan pendapatan.

Sementara itu, salah satu peserta yang hadir, Ince Dael menyampaikan, dirinya tidak pernah terpikirkan untuk membuat kreasi tersebut. Padahal, barang-barang bekas seperti itu sering ditemuinya.

Dirinya menuturkan, ke depan ia akan membuat kreasi yang serupa atau bahkan berbeda, yang kemudian dapat dipasarkan melalui sosial media.

"Ke depan ada rencana mau buat begini, jadi jualnya lewat marketplace facebook kan bisa," tutur Ince.

Ia berharap, ke depan ada lagi kegiatan serupa dengan kreasi yang berbeda sehingga dapat mendorong produktifitas ibu-ibu. (cr1/ito)

  • Bagikan