KUPANG, TIMEXKUPANG. FAJAR.CO.ID – Gugus tugas Polri mendukung ketahanan pangan nasional di NTT menunjukkan tren positif. Jagung hasil tanam pada bulan November 2024 memasuki waktu panen.
Pelaksanan panen raya dilakukan secara nasional dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta jajaran pimpinan TNI.
Di Polda NTT, Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang dan jajaran mengikuti zoom meeting dari Desa Batakte Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (26/2).
Danlantamal VII Kupang, Danlanud El Tari Kupang, perwakilan Danrem 161/Wira Sakti, jajaran pejabat utama Polda NTT, perwakilan pemerintahan provinsi dan Kabupaten Kupang bersama tokoh masyarakat menghadiri kegiatan tersebut.
Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengungkapkan bahwa panen kali ini juga dilakukan di polres jajaran dengan luas lahan yang bervariasi. Selain itu, kelompok masyarakat juga melangsungkan panen secara mandiri.
"Kami harap dari panen ini dapat memenuhi keterpenuhan pangan bagi para petani. Kurang lebih ratusan ton jagung berhasil dipanen dari musim tanam yang dimulai November lalu," ujar Daniel.
Panen raya kali ini mencakup lahan seluas 18 hektare yang tersebar di berbagai wilayah di NTT. Sementara itu, untuk musim tanam berikutnya yang dimulai Februari lalu, diperkirakan akan dipanen dalam tiga bulan mendatang.
Kapolda NTT juga mengajak masyarakat untuk terus mengelola lahan-lahan kosong yang masih belum dimanfaatkan. "Jika hasil panennya sudah mencukupi kebutuhan, maka akan difasilitasi dengan vendor-vendor yang bisa membeli hasil jagung dari petani," tambahnya.
Setelah melakukan kunjungan ke berbagai polres, Daniel menemukan bahwa banyak lahan kosong dan pekarangan rumah warga yang sudah dimanfaatkan untuk menanam jagung, termasuk di Kabupaten TTU dan TTS. Bahkan, ada beberapa lokasi kuburan yang juga digunakan untuk bercocok tanam.
Panen raya jagung ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan para petani di NTT serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
"Masyarakat harus sadar bahwa mereka bisa memaksimalkan potensi lahan kosong yang ada. Saya yakin daerah lain panennya tentu lebih banyak dari ini," pungkasnya. (cr6/ays/dek)