Tak Keluhkan Apa-apa sebelum Main Fun Football

  • Bagikan
JAWA POS BERDUKA. Putra Sugiantoro, Rachmat Irianto (memakai kruk) di rumah duka di Sidoarjo.

Selamat Jalan, “Bejo” Sugiantoro

Legenda Persebaya Surabaya dan timnas “Bejo” Sugiantoro berpulang setelah sempat kolaps saat bermain fun football. Para kolega mengenangnya sebagai sosok profesional dan loyal.

BAGUS P PAMUNGKAS, Surabaya

BARU dua menit babak kedua fun football di lapangan SIER, Surabaya, itu berjalan, Sugiantoro tiba-tiba tergeletak. Legenda Persebaya Surabaya yang menukangi Deltras FC itu memegangi dada sebelah kirinya.

Rekan-rekannya ada di lapangan segera berlarian mendekati mantan bek tim nasional (timnas) tersebut. Sembari berusaha memberi pertolongan pertama kepada ayah penggawa Persib Bandung Rachmat Irianto itu.

Karena kondisi pria 47 tahun yang lekat dengan panggilan Bejo itu mengkhawatirkan, pihak klinik dari PT SIER ikut membantu. "Beliau sempat mendapat bantuan pompa jantung. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit memakai ambulans," kata Roffy Sinaryo saat ditemui di rumah duka di kawasan Taman Pondok Jati, Sidoarjo.

Roffy rekan satu tim Bejo di fun football yang diadakan Rosita FC itu. Dia pula yang ikut membantu Bejo ketika tergeletak. Termasuk menggotong ayah dua anak tersebut masuk ke ambulans.

Karena jantungnya berhenti berdetak, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu kemudian dibawa ke rumah sakit Royal Surabaya. "Saat di ambulans, jantungnya sempat ada respons," ungkap Roffy yang pernah menjadi asisten pelatih Bejo di Persik Kediri pada 2017 itu.

Setibanya di rumah sakit, Bejo dibawa masuk IGD. Tapi, setengah jam setelah itu atau tepat pukul 17.30, dokter mendatangi Roffy dan beberapa rekannya yang tengah menunggu.

"Dokter bilang kalau beliau sudah tidak bisa ditolong. Katanya ada gangguan di jantung dan paru-paru," katanya.

Kesedihan Tak Terkira

Roffy tidak bisa menahan kesedihannya. "Ini kan fun football terakhir sebelum bulan Ramadan. Apalagi sebelum main, beliau tidak mengeluhkan apapun," beber mantan pelatih PSCS Cilacap tersebut.

Jenazah Bejo tiba di rumah duka pada pukul 19.05. Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, sendiri yang menjemput jenazah sang ayah.

Ketika keluar dari ambulans, Rian langsung menyalami Jawa Pos (grup Timex). "Saya minta maaf ya mas kalau bapak ada salahnya," katanya sembari berjalan memakai kruk.

Rian memang tengah menjalani penyembuhan cedera anterior cruciate ligament (ACL). Karena itu, dia tidak ikut mengangkat jenazah sang ayah. Adalah pelatih kiper Deltras FC Agung Prasetyo yang memasukkan jenazah Bejo ke ruang tamu rumah duka. Lalu tepat pukul 20.30, jenazah pria yang 45 kali membela timnas itu dimandikan.

Prosesi pemakaman rencananya pagi ini. Salat jenazah dilakukan di Masjid Nurul Jannah, Sidoarjo, pada pukul 08.30. Kemudian dimakamkan di TPU Geluran, Sidoarjo.

Tadi malam beberapa kolega Bejo datang ke rumah duka. Di antaranya Subangkit, Mustaqim, hingga Djadjang Nurdjaman. Lalu ada pula Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi. Termasuk COO Deltras FC Ronny Suhatril.

Djanur tampak sangat emosional. Dia menyebut almarhum sosok yang luar biasa. "Selama bekerja sama di Persebaya, beliau adalah seorang asisten yang profesional dan baik hati. Sangat membantu dan dekat dengan pemain. Waktu saya pergi dari Persebaya, beliau sampai menangis," ungkap pelatih Gresik United itu kepada Jawa Pos.

Candra Wahyudi menyebut kepergian Bejo adalah kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia. "Saya rasa semua tahu bagaimana loyalitas Coach Bejo di sepak bola. Kami, Persebaya, bahkan sempat merasakan loyalitasnya sebagai pemain maupun pelatih," jelasnya.

Bejo pemain jebolan Indonesia Muda, tim internal Persebaya. Dia pernah membawa Green Force juara Liga Indonesia pada musim 1996/1997 dan 2004. Juga pernah lama membela timnas, termasuk membawa Garuda ke final Piala AFF 2002 sebelum dikalahkan Thailand lewat adu penalti.

Bagi Candra, Bejo adalah sosok yang lekat dengan Persebaya. Selain menjadi pemain, dia juga pernah lima tahun menjadi asisten pelatih Persebaya. "Meski sudah tidak bekerja di Persebaya lagi, beliau selalu jadi bagian dari keluarga besar Persebaya," katanya. (ttg/jpg/ays/dek)

  • Bagikan