KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak, Edward S Geong yang dikonfirmasi Timor Express, Rabu (26/2) membenarkan apa yang disampaikan anggota Komisi I DPRD NTT, David Boimau terkait sapi pembibitan induk di Besipae harus diganti karen sudah tidak produktif.
Edward membenarkan apa yang disampaikan David Boimau , ternak sapi induk pembibitan yang berada di Besipae harus diganti. Begitupun yang ada di Lili Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Karena umur ternak sapi induk yang berada di Besipae rata-rata 12 tahun. Secara reproduksi, sudah menurun. Jika induk tersebut bunting, bisa berisiko saat beranak, induk atau anaknya bisa menjadi korban.
Edward mengatakan, pihaknya telah membuat proposal dan mengusulkan ke kementerian untuk pengadaan bibit ternak sapi. Tetapi karena keterbatasan anggaran, maka belum terjawab.
Langkah yang diambil UPT adalah replacement. Replacement adalah pengambilan anak jadikan pergantian induk produktif. Sedangkan, induk ternak sapi yang tidak produktif dijual dan uangnya masuk ke kas daerah.
“Ternak sapi khusus bibit induk sudah harus ada pergantian. Karena menurut pantauan, induk gabungan komisi, tidak lagi efektif. Terdapat 17 tenaga PPPK yang bertugas dilokasi Besipae,” kata anggota Komisi I DPRD NTT, David Boimau disela-sela kunjungan gabungan komisi DPRD NTT ke wilayah selatan Kabupaten TTS kepada Timor Express, Selasa (25/2).
Menurut David, pembibitan dan penggemukan ternak sapi yang berada di kawasan peternakan milik Pemerintah Provinsi NTT di Besipae Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS perlu mendapat perhatian Dinas Peternakan Provinsi NTT.(dek)