Fenomena Tanah Bergerak, 92 Jiwa Mengungsi

  • Bagikan
SAVER BHULA/TIMEX UKUR. Warga mengukur kondisi kedalaman retakkan tanah bertempat di Nuaolo, Desa Bowaru Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Jumat (21/3).

BAJAWA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID - Fenomena tanah bergerak atau retak terjadi di Kampung Nuaolo Desa Bowaru, Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada.

"Terdapat 16 KK dan 92 jiwa saat ini sudah mengungsi di tempat yang lebih aman," ujar Sekretaris Desa Bowaru, Hironimus Da'e saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/3).

Dikatakan, dalam sehari tanah terbelah terus melebar dari 35 sentimeter, sekarang sudah mencapai 40 sentimeter. Setiap hari terus bertambah.

“Kami juga sudah mengecek kedalaman tanah yang retak itu. Kedalamannya sudah mencapai beberapa meter. Akibat dari tanah yang retak tersebut sudah tujuh rumah warga dan rumah adat rusak," ungkapnya.

Sementara itu, Yanti E Luna, salah satu warga kepada media ini mengatakan tanah retak sepertinya sejak bulan Januari yang waktu itu hujan  terus.

"Tanah memang sudah kelihatan retak tetapi tidak terlalu besar. Ketika hujan terus bulan kemarin, tanah retak semakin melebar," ungkapnya.

Tanah retak ini bukan hanya diluar rumah tetapi juga retak sampai didalam rumah warga dan rumah adat.

"Sekitar lima hari lalu tanah retak ini sudah tambah parah sehingga warga langsung mengungsi ke tempat yang aman," ujarnya.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu mengatakan, pemerintah telah memantau lokasi bencana tersebut.

Pemerintah, kata Bernadinus, sedang dalam fase tanggap darurat dengan membantu masyarakat terdampak bencana tanah bergerak tersebut.

“Untuk sementara kita sudah mengirim bantuan tanggap darurat berupa sembako ke lokasi terdampak,” jelasnya.

Bernadinus mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan surat ke Badan Geologi di Bandung agar dapat mendatangkan ahli untuk meneliti di lokasi bencana. (kr9/ays/dek)

  • Bagikan