KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, Serena Francis berkesempatan meninjau beberapa lokasi bank sampah di Kota Kupang. Jumat (21/3), Serena Francis memantau langsung kondisi bank sampah di Kelurahan Nefonaek dan Kelurahan Oesapa.
Hadir mendampingi Wawali Kota Kupang, Lurah Nefonaek, Yosephina Ungirwalu. Peninjauan beberapa bank sampah di Kelurahan Nefonaek oleh Serena Francis ini untuk melakukan pemetaan lokasi di setiap kelurahan yang akan dijadikan contoh atau pilot project, pelaksanaan penanganan sampah. Di mana, sampah dapat bernilai ekonomi, sehingga masyarakat pun teredukasi dengan baik serta menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap sampah di sekitarnya.
Serena mengatakan bahwa kunjungan ini untuk mengidentifikasi kelurahan mana saja yang dapat dijadikan sebagai pilot project penangan sampah yang baik dan bernilai ekonomis.
"Kalau saya lihat di Kelurahan Nefonaek ini, sudah sangat baik karena penanganan sampah melibatkan semua stakeholder, seperti masyarakat sendiri, pemerintah kelurahan sampai ke tingkat RT dan RW," jelasnya.
Wawali Kota Kupang mengatakan, saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sementara menyusun roadmap untuk penanganan sampah. Rencananya akan dilakukan kerja sama dengan staf khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, yang juga memiliki salah satu platform yang bernama Containder startup dan ide-idenya sangat bagus sekali.
"Jadi, ke depan akan kita lakukan rapat bersama dengan Billly Mambrasar dan akan kita lakukan kajian lagi. Berbicara masalah sampah ini memang tidak bisa seperti membalikan telapak tangan, tidak bisa langsung memaksakan, tapi dengan pendekatan seperti bank sampah ini yang bernilai ekonomis. Sehingga, diharapkan agar masyarakat mau untuk diajak bekerja sama, karena sangat menguntungkan masyarakat juga," ungkapnya.
"Jadi, kalau yang awalnya masyarakat melihat sampah sebagai barang yang tidak bernilai lagi, maka dengan adanya bank sampah yang dikembangkan di beberapa wilayah di Kota Kupang, maka diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Namun, masyarakat bisa mengumpulkannya dan dibawa ke bank sampah untuk mendapatkan nilai ekonominya," ungkapnya.
Serena Francis mengatakan bahwa tentang lokasi-lokasi mana saja yang akan dijadikan pilot project, nantinya akan didiskusikan lagi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.
Sementara itu, Koordinator bank sampah Kelurahan Nefonaek, Hanna Natun mengatakan bahwa bank sampah tersebut sudah terbentuk sejak Juni 2024. Awalnya hanya enam nasabah, namun sampai saat ini sudah ada 77 nasabah. Di mana, lima berbentuk kelompok dan 72 berbentuk individu.
Dia mengatakan, semua sampah diterima dalam bank sampah tersebut, baik berupa sampah plastik, kaleng, kertas, aluminium dan lainnya.
"Semuanya kami terima. Total secara keseluruhan sampah yang sudah kita terima, sebanyak 7 ton lebih, dengan dana yang sudah terkumpul sebesar Rp 10 juta lebih dan sudah dicairkan kepada mereka yang berkontribusi," jelasnya. (thi/gat/dek)