Perum Bulog Gelar Pasar Murah dengan Harga Diskon,Beras SPHP Hanya Rp60. 000 Per Lima Kilogram

  • Bagikan
FENTI ANIN/TIMEX PASAR MURAH. Kantor Perum Bulog Nusa Tenggara Timur menggelar pasar murah di halaman kantor Perum Bulog NTT, di Jalan Palapa, Kecamatan Oebobo, Kamis (20/3). Kegiatan pasar murah ini akan dilaksanakan selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat tanggal 21 Maret, di kantor tersebut.

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Kantor Perum Bulog Nusa Tenggara Timur menggelar pasar murah di halaman kantor Perum Bulog NTT, di Jalan Palapa, Kecamatan Oebobo, Kamis (20/3). Kegiatan pasar murah ini akan dilaksanakan selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat tanggal 21 Maret, di kantor tersebut.

Kegiatan pasar murah ini melibatkan beberapa distributor, diantaranya CV NAM, PT Laris Manis Utama, PT Ciptalaku Lestari, UD Sederhana, UD Susana, UD Rimba Raya, Hypermart, Wingsfood, Nestle, PT Pegadaian dan Bank Negara Indonesia atau BNI.

Dalam pasar murah ini, Bulog NTT menjual beras SPHP dengan harga Rp60. 000 per lima kilogram. Minyak goreng Rizki kemasan satu liter dijual dengan harga Rp16. 000, beras Fortivit dengan harga Rp18. 000.

Pemimpin Kantor Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Timur, Himawan Kartika Nugraha, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, hingga Jumat besok. Pasar murah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan pokonya menjelang hari raya Idul Fitri.

"Semua produk kami, didiskon, dengan harapan agar masyarakat bisa membeli komoditi yang dibutuhkan dengan harga yang lebih terjangkau," ungkapnya.

Bulog NTT menyiapkan beras premium dijual dengan harga Rp70. 000 kemasan lima kilogram. Dia mengaku, untuk dua hari pelaksanaan pasar murah ini, Bulog menyiapkan 5 ton untuk beras premium dan minyak goreng Rizki sebanyak 3.000 liter, serta beras SPHP sebanyak 10 ton.

"Untuk Pasar Murah di halaman kantor Bulog ini, semua komoditi produk kami di diskon, harapannya supaya masyarakat mendapat harga yang lebih murah dan produk yang berkualitas," kata Kepala Kanwil Perum Bulog NTT, Himawan.

Pasar murah ini, kata Himawan, bertujuan untuk membantu dan memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat di wilayah kota Kupang dan sekitarnya, selain itu, untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan daya beli masyarakat, terhadap komoditas pangan menjelang atau menyambut Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

Bulog NTT juga secara mandiri maupun bersinergi, mengandeng BUMN lain dan Pemerintah Kota/Kabupaten se NTT, melaksanakan pasar murah di berbagai lokasi di seluruh kabupaten/kota di NTT.

"Pasar murah ini juga, untuk membantu masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan pangan pokoknya, menjelang atau menyambut HBKN dengan jumlah yang cukup, dan harga yang terjangkau," ungkapnya.

Manager Bisnis Kanwil Perum Bulog NTT, Elita J Mautang, menjelaskan, pasar murah yang digelar selama dua hari terhitung 20-21 Maret 2025, menyediakan berbagai komoditi pangan kebutuhan masyarakat yang dijual dengan harga terjangkau dan ada potongan harga di seluruh jenis produk pangan.

Adapun berbagai produk yang dijual antara lain, Beras SPHP seharga Rp.60ribu/5kg yang disediakan sebanyak 10ton selama Pasar Murah digelar, beras fortivit seharga Rp.18ribu, beras kita Rp.70ribu/5kg dan masih banyak lagi jenis beras dengan berbagai merk yang telah didiskon.

Gula Manis Kita seharga, Rp.17ribu/kg, minyak goreng botol ukuran 1 liter seharga Rp.18.500, bawang putih Rp.42ribu/kilo, bawang merah Rp.28ribu/kg dan telur ayam.

"Khusus untuk beras SPHP, kita siapkan 10 ton selama Pasar Murah, semoga dapat terjual semua karena memang harganya kita subsidi lagi seharga Rp.60ribu, mudah-mudahan dengan penurunan harga ini masyarakat juga sangat terbantu,"jelas Elita.

Melita menambahkan, dalam pasar murah tersebut, Bulog NTT juga mengandeng sejumlah mitra dan distributor diantaranya, CV Nam, PT.Laris Manis Utama, Pt.Ciptalaku Lestari, Ud Sehanaya, UD Susana, Ud Rimba Raya, Hypermart, Wingsfood, Nestle, Pegadaian, Sagiko, Sari roti dan Perbankan (BNI, BRI dan Mandiri) untuk layanan penukaran uang.

Pasar Murah ini juga digelar untuk menghadapi kebutuhan selama Ramadan dan jelang Idul Fitri 2025, selain hari raya besar lainnya seperti Hari Raya Nyepi dan Paskah tahun ini, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan memastikan penyaluran distribusi yang baik untuk mengendalikan inflasi. (thi/dek)

  • Bagikan