MANIA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Belum satu bulan memimpin, Bupati Sabu Raijua, Krisman Riwu Kore, sesuai janji politik dalam kampanye, salah satu program unggulan untuk sejahterakan rakyat adalah membangun 1.000 hektare lahan tambak garam yang berlokasi di Desa Menia Kecamatan Sabu Barat sampai Desa Eimau Kecamatan Sabu Tengah.
Program pengembangan lahan tambak garam di daratan Sabu merupakan program usulan Pemkab Sabu Raijua tahun 2024 oleh Bupati Sabu Raijua, Nikodemus N Rihi Heke kepada pemerintah pusat dan baru dijawab pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2025 yang dijabat Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua yang baru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Rahel B Tallo yang dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (21/3) mengatakan, program pengembangan luasan lahan tambak garam 1.000 hektare di Kabupaten Sabu Raijua yang lokasinya di Desa Menia yakni Menia Timur Kecamatan Sabu Barat yang merupakan proyek garam nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditempatkan di Kabupaten Sabu Raijua sebagai projek pengembangan modeling produksi garam terintegrasi di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2025.
Menurut Rahel, program tersebut merupakan sistem keamanan pangan kemandirian swasembada pangan, energi, air dan ekonomi. Pemerintah melalui KKP yang diinstruksikan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk melaksanakan program nasional mulai dari provinsi, kabupaten/kota dan yang paling beruntung adalah Kabupaten Sabu Raijua mendapat projek garam nasional yang harus dilaksanakan pada tahun 2025.
Dikatakan, Sabu Raijua berpotensi untuk pengembangan garam nasional yang dibutuhkan garam sebanyak 300 ribu ton dalam setahun untuk kebutuhan dalam negeri.
Permintaan Kementerian Kelautan dan Perikanan dari Sabu Raijua 2.000 hektare lahan tambak garam, tetapi untuk sementara tahap pertama hanya mampu 1.000 hektare tahun 2025 dengan lokasi tambak garam di Desa Menia Timur dan tahap dua lahan tambak garam seluas 500 hektare di Desa Eimau Kecamatan Sabu Tengah.
"Proyek lahan tambak garam 1.000 hektare tidak dibangun diatas lahan yang sudah ada, tetapi dibangun pada lahan kosong yang disediakan masyarakat," ujar Rahel.
Ditambahkan, penataan dan pekerjaan lahan tambak garam baru memakai teknologi ramah lingkungan dan tidak kerja manual menggunakan tenaga manusia. Itu sistem pola lama. Ada pemasangan pipa dari laut ke lokasi lahan tambak garam untuk menyedot air laut ke tambak garam. Srlain itu, pembuatan jalan raya ke lokasi tambak dan ke arah pantai.
Dijelaskan, di pantai Menia Timur akan dibangun dermaga perikanan guna mengangkut hasil panen garam. Jadi pengangkutan garam dari gudang tidak dibawa ke pelabuhan Seba, tetapi garam diangkut langsung ke pelabuhan Menia Timur.
Proyek pengembangan garam di Menia melakukan tender di Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Pemenang tender pihak ketiga adalah PT Garam Indonesia. Semua pekerjaan langsung oleh PT Garam Indonesia membangun lahan garam, pabrik garam, gudang garam, sarana jalan ke dermaga perikanan melewati lahan tambak garam.
"Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk sementara 125 orang dan gaji para buruh dibayar oleh PT Garam Indonesia. Lahan garam yang masih aktif di Sabu Raijua yakni 85 hektare terdiri dari pengelola PT NRI 37 hektare, Blue Ocean 5 hektare dan Pemkab Sabu Raijua 43 hektare," jelas Rahel.
Terpisah, tokoh masyarakat Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa yang ditemui di Seba, Jumat (21/3) menjelaskan, program pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan dan Perikanan yang harus dikerjakan di Kabupaten Sabu Raijua tahun ini dengan dana sebesar Rp 400 miliar untuk proyek pengembangan lahan tambak garam seluas 1.000 hektare di Sabu Raijua.
"Untuk masalah lahan tidak jadi soal, ketika sosialisasi masyarakat Desa Menia menerima dan tidak menggusur lahan kebun dan rumah mereka. Kepada pemilik tanah atau lahan, Pemkab Sabu Raijua akan memberikan uang langsung ke pemilik lahan kosong dan yang membayar adalah pihak ketiga PT Garam Indonesia. Pemilik lahan mendapat uang dan Pemkab Sabu Raijua mendapat PAD di lahan tambahkan," jelasnya. (kr8/ays/dek)