KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID - Menyikapi persoalan meninggalnya Rosalina Sogen, seorang guru asal Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT yang gugur dalam tugasnya mendidik anak bangsa di Papua, juga korban lainnya yang mengalami tindak kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3) lalu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena sangat prihatin dan mengimbau masyarakat NTT tetap tenang.
“Begitu mendapat informasi ada warga NTT menjadi korban KKB di Papua, sebagai Gubernur NTT, saya langsung berkoordinasi dengan semua pihak, baik yang ada di Papua maupun di Jakarta. Pengurusan dan pemulangan jenazah korban ke tempat asalnya di Flores Timur. Sekaligus memastikan warga NTT yang berada di Papua tetap aman. Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur dan sejumlah tokoh NTT di Jayapura untuk mengatur pemulangan jenazah secepat mungkin. Warga NTT di Papua saat ini turut membantu proses tersebut,” jelas Melki kepada wartawan di gedung DPRD NTT, Senin (24/3).
“Semoga ke depan tidak lagi terjadi dan terulang kejadian seperti ini. Mari kita jaga ketenteraman, keamanan dan persaudaraan di tanah Papua,” tambah Melki.
Sebelumnya, Melki dalam apel pagi mengajak seluruh peserta apel menundukkan kepala seraya memanjatkan doa bagi para korban, khususnya yang berasal NTT yang mengalami tindak kekerasan oleh KKB.
“Kita dikejutkan dengan berita duka dari Papua. Ada keluarga besar NTT yang menjadi korban dalam situasi konflik di Papua, sehingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Untuk itu, pada kesempatan pertama saya mengajak kita semua untuk menundukkan kepala, mengheningkan cipta dan berdoa bagi arwah ibu Rosalia Sogen yang merupakan seorang guru asal Flores Timur yang telah gugur dalam tugasnya mendidik anak bangsa yang ada di Papua. Juga kita doakan bagi kesembuhan saudara-saudara kita tenaga pendidik dan tenaga kesehatan lainnya yang mengalami luka berat agar segera diberi kesembuhan dan pulih kambali,” ucap Melki.
Terpisah, Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT, agar khusus mereka yang menjadi korban kekerasan KKB dipulangkan untuk bekerja di NTT. Sesunggunnya itu misi kemanusian, tetapi terkadang ada sebagian yang belum sadar. Sedangkan korban meninggal dunia jenazahnya juga dipulangkan ke NTT.
Menurut Joao, keamanan di Papua terkendali.
“Papua sangat luas dan harapan kita yang belum sadar bergabung dengan NKRI, segera sadar. TNI, polisi dan masyarakat yang ada di Papua semua untuk membangun Papua,” tegasnya.
Ia menambahkan, jelang hari raya Idul Fitri dan Paskah, TNI tentu selalu siap mengamankan kondisi tetap kondusif, tidak saja di Papua, tetapi seluruh Indonesia Raya. (dek/ays)