Pulang ke Jakarta Via Malaysia Bisa Berhemat Rp 700 Ribu per Orang

  • Bagikan
Jawa Pos MUDIK. Suasana mudik di bandara Hang Nadim Batam, Minggu (23/3).

Tiket Pesawat Langka dan Mahal, Warga Batam Mudik Lewat Luar Negeri

Meski harus menambah biaya perjalanan ke Kuala Lumpur atau Singapura, jatuhnya tetap lebih murah ketimbang tiket pesawat domestik dari Batam ke berbagai kota. Ada yang sudah melakukannya bertahun-tahun.

ALFIAN LUMBAN GAOL, YASHINTA, RENGGA YULIANDRA, Batam

TRISNA nyaris tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, di Lebaran kali ini. Bahkan untuk tiket keberangkatan H-8 Lebaran dari Batam, Kepulauan Riau, saja sudah habis.

Awalnya warga Batamcenter tersebut berharap maskapai akan menambah penerbangan ekstra menjelang Lebaran. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda harapannya itu bakal terkabul.

Setelah mencari alternatif, Trisna akhirnya mendapat tiket dari Kuala Lumpur ke Padang dengan harga Rp 800 ribuan untuk keberangkatan 28 Maret 2025. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tiket Batam-Padang yang mencapai hampir Rp 1,5 juta.

Meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 575 ribu untuk tiket pesawat pulang-pergi Batam-Kuala Lumpur, total biayanya masih lebih hemat dibanding tiket langsung dari Batam ke Padang. “Tetap lebih murah, meskipun agak capek. Yang penting bisa pulang kampung,” katanya.

Anton, warga Batam lainnya yang hendak mudik ke Jambi, juga heran kenapa tiket domestik begitu cepat habis. Lebih heran lagi, kenapa harga tiket domestik jauh lebih tinggi ketimbang dari luar negeri.

“Kalau dari Malaysia, bisa dapat Rp 600 ribuan, begitu juga dari Singapura. Nah kalau dari Batam tiket pasti lebih mahal dan habis pula,” imbuhnya.

Sudah “Tradisi”

Mudik dari Batam lewat Malaysia atau Singapura bahkan sudah jadi “tradisi” bagi Ahmadi. Dia sudah melakukannya bertahun-tahun. Bukan hanya ke Jawa, tapi juga ke Sulawesi.

"Tahun lalu ketika saya mudik ke Sulawesi bahkan lebih hemat hampir Rp 2 juta," tambahnya.

Antonio, warga Lubuk Baja, Batam, mengungkapkan bahwa tiket pesawat dari Johor Bahru dan Kuala Lumpur ke Jakarta masih lebih terjangkau dibandingkan tiket penerbangan langsung dari Batam. “Johor–Jakarta mulai dari Rp 880 ribuan, sementara Kuala Lumpur–Jakarta mulai dari Rp 650 ribu. Sementara penerbangan langsung Batam–Jakarta saja sudah di atas Rp 1,3 jutaan, belum lagi yang transit,” ujarnya.

Bagas, warga Batam lainnya, juga memutuskan mudik Lebaran 2025 melalui Malaysia. Ia mengaku dapat menghemat hingga Rp 700.000 per orang untuk keluarganya yang berjumlah lima orang.

Dia mendapatkan tiket Malaysia–Jakarta seharga Rp 500 ribu per orang. Sementara harga tiket Batam–Jakarta melalui salah satu aplikasi mencapai Rp 1,3 jutaan per orang. Bahkan, pada hari yang sama, tiket Batam–Jakarta kelas bisnis tercatat hingga Rp 8,7 juta tanpa opsi kelas ekonomi.

“Dengan tambahan biaya Rp 300 ribu per orang untuk ferry penyeberangan internasional dan Rp 100 ribu untuk perjalanan darat dari Larkin ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport, red), total biaya perjalanan tetap lebih murah dibandingkan penerbangan langsung dari Batam,” jelasnya.

Bagas menilai harga tiket penerbangan domestik yang lebih mahal dibandingkan tiket dari luar negeri sangat tidak masuk akal. Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan dan mencari solusi agar harga tiket domestik lebih terjangkau bagi masyarakat.

Banyaknya warga yang memilih mudik lewat negeri jiran itu otomatis berdampak pada peningkatan penumpang di pelabuhan ferry internasional Batamcenter, terutama tujuan ke Malaysia.

Menurut Syahbandar Erik Mario Sihotang, lonjakannya sekitar 21 persen pada pekan lalu.

Untuk bisa sampai ke Kuala Lumpur, warga cukup membeli tiket Rp 575 ribu, lebih murah bahkan dibandingkan ke Singapura. “Prediksi lonjakan tanggal 28 Maret mendatang. Ada permintaan extra trip tanggal itu juga,” kata Erik. (ttg/jpg/ays/dek)

  • Bagikan