Hibisc Fantasy Puncak Jadi Sasaran Pembongkaran

  • Bagikan
HENDI NOVIAN/RADAR BOGOR DIDUGA SALAHI ATURAN. Tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dituding Biang Kerok Banjir

Tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak berdiri di atas wilayah resapan air dan luas areanya disebut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi jauh di atas izin yang diajukan. Warga yang geram pun melakukan aksi pembongkaran sendiri.

SEPTI NULAWAM, Kabupaten Bogor

DI lantai-lantai licin itu, dulunya hutan dan kebuh teh menghijau. Di bangunan-bangunan beton itu, dulunya air meresap.

Karena rumah mereka telah berganti menjadi tempat wisata Hibisc Fantasy, hujan deras yang mengguyur kawasan puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (2/3) dan Senin (3/3) berubah menjadi air bah yang menyikat apa saja.

Dalam upaya memenuhi kodrat alaminya: mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tak hanya puncak. Wilayah lain di Kabupaten Bogor pun turut tekena dampak akibat ganasnya aliran sungai dari hulu puncak.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi pun meninjau kawasan tersebut, Kamis (6/3) lalu. Telunjuknya mengarah kepada Hibisc Fantasy Puncak. Sembari menangisi alih fungsi lahan di kawasan itu, Dedi memerintahkan Satpol PP membongkar tempat wisata yang baru dibuka 11 Desember 2024 tersebut.

Meski begitu, untuk eksekusinya, pihaknya menunggu proses penyidikan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terhadap tempat wisata milik PT Jaswita Jabar, BUMD (badan usaha milik daerah) Provinsi Jawa Barat, tersebut.

”Tentu ranahnya adalah ranah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menentukan kesalahan apa yang dilakukan oleh pengembang usaha pariwisata ini,” ungkapnya, seperti dilansir Radar Bogor (grup Timex).

Warga Bongkar Duluan

Menurut Dedi, izin yang diajukan Hibisc Fantasy Puncak untuk lahan seluas 4.800 meter persegi. Namun, yang dikerjakan seluas 15.000 meter persegi, yang berarti menambah sekitar 11.000 meter persegi.

Dedi membeberkan, PT Jaswita Jabar melalui anak perusahaannya, Jaswita Lestari Jaya, hanya mengantongi 14 Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari total sebanyak 39 bangunan. Artinya, kata dia, ada 25 bangunan di Hibisc Fantasy Puncak yang belum berizin alias ilegal. Di samping itu, banyak pula bangunan di wisata tersebut yang tidak sesuai site plan sehingga masuk kategori pelanggaran.

Warga yang geram pun curi star membongkar paksa bangunan pada Kamis pekan lalu itu juga. Mereka kalap menggunakan alat berat hingga gerbang depan dirobohkan. Aksi itu berlanjut hingga hari berikutnya dan membuat Satpol PP yang berjaga tak berdaya.

Hendrik, salah seorang warga, mengatakan bahwa aksi itu wujud kegeraman warga puncak atas berdirinya wisata tersebut. Menurutnya, pembangunan Hibisc Fantasy Puncak menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir bandang di kawasan puncak.

Sudah berapa kali kami audiensi meminta tempat ini untuk dibongkar, tapi tidak didengar. Ini harus ada korban dulu baru pemerintah turun,” ucapnya di lokasi kejadian kepada Radar Bogor.

Aksi main hakim sendiri ini juga dilakukan warga setelah adanya pernyataan gubernur Dedi yang meminta wisata tersebut segera dibongkar. ”Pemerintah ini banyak alasan, bilangnya masih menunggu pendataan bangunan mana yang boleh dan tidak boleh dibongkar, tetapi kami warga ingin ini segera dibongkar semua,” katanya.

Aksi warga itu dikecam Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq. Dia menyebut tindakan tersebut di luar tanggung jawab kementeriannya.

Kementerian LH, sebutnya, telah melakukan penyegelan terhadap wisata milik PT Jaswita pada Kamis pekan lalu itu juga. ”Langkah ini merupakan bagian dari penegakan hukum lingkungan yang dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Dalam kasus Hibics Fantasy Puncak, pihaknya mengendus ada unsur pidana yang dilakukan perusahaan tersebut. Pasalnya, tempat wisata tersebut diduga kuat menjadi salah satu penyeban banjir bandang yang melanda kawasan puncak Cisarua beberapa waktu lalu.

”Pertama dari pidananya, karena berdasarkan kajian kita, telah berkontribusi menyebabkan banjir dengan kerugian material yang cukup besar dan satu korban jiwa,” bebernya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, langkah-langkah korektif diperlukan agar kawasan puncak kembali pada fungsi semula.

”Dari Kementerian LH, kami mendapat aduan masyarakat begitu banyak dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa,” ucap Zulkifli Hasan.

Setidaknya empat titik tempat telah disegel. Masing-masing Gedung Pabrik Teh di Telaga Saat, Hibisc Fantasy Puncak, bangunan di Agrowisata Gunung Mas Cisarua dan Eiger Adventure Land Megamendung.

Dedi berjanji akan mengembalikan puncak seperti semula. ”Mulai sekarang, kawasan yang terlanjur dibangun tidak sesuai dengan aturan akan dibongkar. Kita akan kembalikan kawasan ini menjadi kebun teh yang hijau dan bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya. (cok/ttg/jpg/ays/dek)

  • Bagikan