Wali Kota dan Wawali Bersilaturahmi ke Kediaman Ketua PHDI Kota Kupang
Akses umat Hindu ke Pura Oebanantha selama ini memang terkendala. Ini karena banyaknya aktivitas jual beli di sepanjang jalan menuju Pura Oebanatha. Kondisi ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.
FENTI ANIN, Kupang
WALI Kota Kupang, Christian Widodo bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, Serena Francis berkesempatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra di Jalan Swadaya Manumuti, Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Minggu (30/3).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi lintas umat beragama sekaligus menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Wali Kota Kupang didampingi istrinya, dr. Widya Cahya dan disambut hangat oleh Ketua PHDI bersama sejumlah pengurus organisasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra menyampaikan aspirasi terkait kendala yang dihadapi umat Hindu saat melaksanakan ibadah di Pura Oebanantha. Menurutnya, keberadaan lapak dan pedagang pasar yang berjualan hingga ke badan jalan seringkali menghambat akses umat menuju pura, khususnya saat pelaksanaan upacara keagamaan.
“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa pihak, termasuk Bagian Hukum setda Kota Kupang terkait aturan penggunaan badan jalan dan PD Pasar mengenai pengelolaan aktivitas pasar di sekitar Pura Oebananta. Namun, hingga saat ini belum ditemukan solusi yang tepat,” ujar dr. Ari Wijana.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi terbaik yang tidak hanya menjamin kelancaran umat Hindu dalam beribadah, tapi juga tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.
“Kalau kita tegakkan aturan, pasti pedagang harus dipindahkan dan itu sudah jelas. Tapi, saya ingin kita juga pikirkan solusi bagi mereka. Nanti saya akan undang para pedagang untuk berdiskusi, agar bisa ditemukan jalan tengah yang adil,” jelas Christian Widodo.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berkomitmen untuk menjaga harmonisasi antarumat beragama sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, perlu ada koordinasi yang kuat antara PHDI dan perangkat daerah terkait untuk menyusun roadmap penyelesaian masalah tersebut secara komprehensif.
“Saya minta agar PHDI berkoordinasi dengan dinas teknis dan bagian terkait guna menyusun peta jalan solusi. Itu akan menjadi dasar bagi kami dalam mengambil kebijakan yang tepat, berdasarkan kajian yang matang,” tegas Wali Kota Kupang.
Silaturahmi yang dilakukan ini mencerminkan semangat toleransi dan kepedulian Pemkot Kupang terhadap keberagaman serta pentingnya dialog sebagai jalan menyelesaikan persoalan secara bijak dan berkeadilan. (gat/dek)