Momentum Natal Bersama, Pemkot Kupang Rayakan Natal Dengan Kesederhanaan

  • Bagikan
PROKOMPIM SETDA KOTA KUPANG FOR TIMEX NATAL BERSAMA. Penjabat Wali Kota Kupang menyalakan lilin Natal saat acara Natal bersama Pemkot Kupang di Lantai I Balai Kota Kupang, Rabu (20/12).

Tak terasa, waktu telah mengantarkan kita sampai pada penghujung Tahun 2023. Banyak cita-cita dan harapan yang telah terwujud namun juga sebaliknya, banyak hal belum terpenuhi atau terealisasi pada tahun ini.

FENTI ANIN,Kupang

BAGI umat kristiani, kini mempersiapkan diri menyongsong hari raya Natal 25 Desember mendatang dengan berbagai cara. Namun Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon meminta agar perayaan Natal dilakukan dengan kesederhanaan.

Hal ini disampaikannya saat memimpin perayaan Natal bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang di lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (20/12). Natal yang mengusung tema “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” ini berlangsung penuh hikmah.

Pdt Mery Kolimon menyebut waktu berputar terasa sangat cepat. Tak terasa, sudah sampai pada penghujung tahun. Tinggal menghitung hari, tahun akan berganti.

Sukacita perayaan Natal pun mulai dirayakan umat Kristen dengan berbagai cara guna memuliakan Tuhan tetapi ia meminta agar dirayakan dengan kesederhanaan dan semangat ugahari. Ia menyebut, tahun ini pohon-pohon Natal menghiasi di sepanjang ruas-ruas jalan di Kota Kupang.

“Ada beberapa orang yang berkata bahwa Natal kali ini, baliho caleg lebih banyak dari pohon Natal, tetapi memasuki Desember, pohon Natal lebih banyak di jalan-jalan utama,” ungkapnya.

Selama empat minggu, di semua gereja merayakan minggu-minggu advent, tiga lilin ungu dibakar, dan satu lilin merah muda dinyalakan, dan diserukan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus dalam daging, Allah menjadi manusia.

"Kita bergembira karena Allah tidak jauh dari kita, tetapi telah masuk dalam kehidupan, kita bersukacita karena Allah turun dari sorga menjumpai seluruh ciptaanNya dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus," jelasnya.

Hidup di dunia bukan hanya tentang hari ini, tetapi kita menunggu kedatanganNya dalam kemuliaan. "Adven dan Natal mengingatkan kepada kita sedang menuju masa depan, memandang pada kemuliaan Allah pada hidup yang kekal, jangan hanya pikir tentang mengumpulkan harta di dunia. Kalau tidak dapat jabatan, ada yang tidak puas, ingat bahwa hidup bukan tentang hari ini saja, dan tidak hidup selama-lamanya," kata Pdt Mery.

Dia meminta agar jangan hanya berpikir tentang rumah di dunia, tetapi siapkan diri untuk rumah yang kekal. "Jangan hanya tabung untuk lima dan 10 tahun ke depan, tetapi persiapkan untuk hidup yang kekal," jelasnya.

Jika Tuhan memberkati dengan banyak kebaikan, ingatlah untuk juga menabung bagi hidup yang kekal. "Tuhan menjadi manusia dalam kesederhanaan, bukan itu saja, Allah Yang Maha Tinggi dan mulia itu lahir dalam kerendahan untuk memberi hidup bagi manusia.

Kalau Tuhan memberikan berkat jasmani, kecerdasan, kesuksesan usaha, kelimpahan materi, jangan sombong dan tinggi hati. Kalau diberi kuasa untuk mengatur hidup orang banyak, jangan kalap mata dan mengambil yang bukan hak kita, jangan rampas kemuliaan Tuhan.

Jangan terbawa arus dunia arus dunia untuk mementingkan kepentingan diri sendiri dan mengorbankan kepentingan orang lain, terutama orang-orang kecil. Setiap orang sudah ada rezekinya, hak orang lain pun harus dihargai.

"Kiranya roh kudus menolong kita dari rasa damai yang palsu, jangan sampai damai sejahtera itu damai sejahtera yang palsu. Kiranya roh kudus menolong kita tidak menutup mata pada ketidakadilan dan saat orang-orang kecil ditindas," ungkapnya.

Janganlah putus asa dan hilang harapan, saat ini di Kota Kupang banyak kasus bunuh diri. Janganlah damai sejahtera hilang karena gaya hidup, dan akhirnya damai itu hilang. "Kalau sedang berada di titik terendah dalam hidup, jangan hilang harap dan putus asa, kita bisa ditolak oleh sesama dan keluarga sendiri, tetapi Allah menilai hati dan pengampunannya melampaui kejatuhan dan kelemahan kita," imbuhnya.

Dia mengajak agar merayakan Natal dalam kesederhanaan. Di tengah perkembangan teknologi yang saya pesat, ramai dan sibuk, pakailah waktu hening juga untuk berjumpa dengan Allah, sehingga komunikasi dan perjumpaan dapat mendatangkan sukacita.

Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay mengatakan, momen ini harus digunakan untuk merefleksikan peran untuk mewujudkan Shalom Allah di tengah-tengah dunia.

"Damai sejahtera Allah juga termasuk hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan manusia dengan alam. Di tengah perbedaan suku, agama dan golongan, tetapi kasih tetap ada di tengah-tengah kita," ujarnya.

Fahrensy menjelaskan, memasuki Pemilu Tahun 2024, sebagai warga negara tetap harus menggunakan hak suara untuk memilih wakil rakyat.

"Sebagai bangsa yang majemuk tentu diperhadapkan dengan perbedaan pilihan, hal itu wajar, tetapi harus disikapi dengan bijak, persaudaraan harus tetap terjalin," ungkapnya.

Dia mengingatkan para ASN agar tetap berada dalam posisi netral dan tegak lurus dengan aturan. ASN memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan bangsa, harus senantiasa berperan dengan tanggung jawab dan kolaborasi untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Hadir dalam acara Natal bersama Pemkot Kupang ini, Kapolres Kupang Kota, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas dan ASN serta PTT di lingkup Pemkot Kupang.

Hadir juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang, Anggota FKUB, Ketua MUI, Ketua PHDI Kota Kupang, TP PKK, DWP Kota Kupang dan instansi vertikal tingkat Kota Kupang. (*/r3)

  • Bagikan

Exit mobile version