Pemenuhan Ketersediaan Air Bersih Baru 33 Persen

  • Bagikan
FANSI RUNGGAT/TIMEX BUKA KRAN. Bupati Matim, Agas Andreas dan Kadis PUPR, Yos Marto membuka kran air pada peresmian SPAM di Desa Lengkong Namut, Selasa (13/2) lalu.

PR Pemkab Matim Masih 67 Persen

BORONG, TIMEX.FAJAR.CO.ID - Pemenuhan ketersediaan akses air bersih dengan sambung rumah tangga (SR) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) baru mencapai 33 persen. Artinya, ke depan pemerintah masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) 67 persen.

"Data Dinas PUPR, sambungan rumah mencapai 33 persen dan masih sisa 67 persen. Tentu ini menjadi PR pemerintah dan PR kita semuanya untuk bisa mendapatkan air bagi seluruh masyarakat,” ujar Bupati Matim, Agas Andreas saat peresmian pembangunan SPAM di Desa Lengkong Namut Kecamatan Elar, Selasa (13/2) lalu.

Agas mengatakan, sarana air bersih merupakan bagian kebutuhan dasar masyarakat. Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas selain program sanitasi. Pemenuhan program ini penting sebagai sarana untuk menangani stunting atau gangguan pertumbuhan pada balita, karena kekurangan air bersih dan sanitasi.

"Sehingga urusan air harus direncanakan dan dipersiapkan sejak dini. Meski akses air bersih yang disambungkan setiap rumah tangga belum mencapai 100 persen, pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kebutuhan ini setiap tahun anggaran," kata Agas.

Dia meminta masyarakat Matim khususnya di Lengko Namut untuk menjaga aset yang telah dibangun. Selain itu juga meminta masyarakat untuk menjaga dan memelihara debit air. Aset yang telah dibangun itu, ke depannya akan dikelola oleh Unit Pelaksana Tenis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Kami titip agar SPAM ini dikelola dengan baik. Dipastikan dapat berfungsi dengan baik untuk membantu masyarakat memperoleh air bersih dengan harga terjangkau dan berkesinambungan," kata Agas.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Matim, Yos Marto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Matim melalui Dinas PUPR mencatat bahwa secara keseluruhan hingga tahun 2023, air bersih saat ini baru terakses mencapaai 33 persen. Setiap tahun pemerintah selalu alokasi anggaran untuk pembangunan air bersih di wilayah Matim.

"Harapannya, dengan infrastruktur yang sudah dibangun ini, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Juga saya berharap, SPAM yang ada dapat dikelola dengan baik, sehingga memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Matim, Sipri Habur, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR, Ivan Mbula, Camat Elar, Gregorius B Surung bersama jajaran, sejumlah kepala desa, tokoh adat dan masyarakat setempat. Rombongan bupati diterima secara adat. (kr1/ays)

  • Bagikan

Exit mobile version