PSI Ingin Sirekap Tetap Dilanjutkan Penyempurnaan Harus Dilakukan

  • Bagikan
BERI KETRNAGANl. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (tengah), Direktur LBH DPP PSI Francine Widjojo (kanan), dan Bendahara Umum DPP PSI Suci Mayang Sari (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (7/3/2023).

JAKARTA, TIMEX.FAJAR.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanjutkan proses pengunggahan data di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilu 2024 tapi dengan sejumlah perbaikan.

"PSI berharap pengunggahan data suara melalui Sirekap tetap dilakukan, bersamaan dengan pencocokan proses perhitungan manual. Perbaikan dan penyempurnaan Sirekap harus terus dilakukan untuk menjaga akurasi data dan informasinya,” kata Direktur LBH PSI dan Juru Bicara Bidang Hukum, Francine Widjojo.
Francine melanjutkan, Sirekap penting sebagai wujud keterbukaan informasi pada masyarakat terkait penyelenggaraan Pemilu sesuai amanat UU Pemilu.

"Dengan Sirekap, semua pihak bisa mengakses dan memantau data-data peraihan suara. Jadi sangat penting untuk dilanjutkan. Tapi sekali lagi, perbaikan dan penyempurnaan harus terus dilakukan," pungkas Francine

Sebelumnya diketahui, KPU Provinsi DKI Jakarta masih terus melakukan penghitungan suara hasil pemilu 2024. Termasuk rekapitulasi hasil pemungutan suara legislatif. Hasilnya yang cukup mengejutkan adalah perolehan suara PSI masuk lima besar. Berdasar real count KPU RI per Sabtu (16/2) pukul 19.25 WIB, rekapitulasi baru mencapai 9,13 persen. Data yang telah terkumpul saat ini dari 13.989 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Adapun total jumlah TPS di DKI Jakarta sebanyak 30.766 TPS. Dengan kata lain, sudah 45,17 persen persen dari seluruh TPS di DKI Jakarta. Tabel pada situs pemilu2024.kpu.go.id menampilkan data real count perolehan suara masing-masing partai.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengatakan, suara yang masuk ke KPU sejalan dengan hasil survei internal. Di mana survei tersebut menunjukkan PSI memeroleh 4,2 persen.
“Hasil perolehan suara di tingkat TPS mulai masuk, hasilnya menggembirakan sejalan dengan hasil survei internal PSI dan survei lembaga-lembaga kredibel seminggu menjelang pencoblosan, yang menyatakan bahwa PSI akan tembus ke senayan dengan perolehan suara 5-6 persen pada Pemilu 2024,” katanya di Jakarta, Kamis (15/2).

Grace juga mengaku santai menanggapi hasil hitung cepat beberapa lembaga yang menunjukkan PSI masih di angka sekitar 3 persen. Namun, dia mengingatkan, dalam hitungan cepat selalu memiliki margin of error.

"Hasil hitung cepat adalah metode yang juga dijadikan acuan oleh PSI untuk memantau pergerakan dan perolehan suara. Yang harus diketahui publik, hitung cepat memiliki margin error dan PSI masih dalam rentan margin error, apalagi di hitung cepat internal PSI menunjukkan hasil 4.2 persen jadi masih aman dan meyakinkan PSI akan lolos ke Senayan,” tegasnya.

Grace menyatakan DPP PSI terus menginstruksikan caleg dan pengurusnya untuk terus mengawal suara di TPS hingga tingkat kecamatan. 5 hari pertama merupakan saat yang menentukan untuk memastikan langkah PSI ke Senayan. Apalagi data terakhir menunjukkan PSI sudah menjadi partai ketiga terbesar perolehan suaranya di DKI Jakarta.

"Perolehan suara di DKI Jakarta harusnnya juga berbanding lurus dengan perolehan suara PSI di seluruh Indonesia,” tutupnya.(jpc/rum)

  • Bagikan

Exit mobile version