Refleksi Kearifan Pangan Lokal di CFD

  • Bagikan
EFRENDI NABEN/TIMEX KECERIAAN. Wajah keceriaan terpancar dari siswa-siswi SMKN 6 Kupang saat mengikuti kegiatan refleksi P5 di depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Sabtu (02/3).

KUPANG, TIMEX.FAJAR.CO.ID - Care Free Day (CFD) di kompleks Kantor Gubernur dan sepanjang jalan El-tari, tidak hanya menjadi wadah untuk mengurangi aktivitas kendaraan bermotor, tetapi juga menarik perhatian berbagai instansi di Kota Kupang.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kupang, mengambil bagian dengan menggelar kegiatan P5 seperti senam hingga refleksi terhadap apa yang telah dipelajari dari mata pelajaran Pancasila, di depan Gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (02/3).

Guru Bahasa Indonesia SMKN 6 Kupang, Yosefin Barten Tandirapa, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan senam yang melibatkan guru dan siswa-siswi. Senam tersebut bukan hanya gerakan fisik semata, melainkan juga upaya untuk mempererat ikatan di antara anggota komunitas sekolah.

"Hari ini kami mengadakan kegiatan refleksi P5, yang mengangkat mata pelajaran profil Pancasila. Sebelumnya, materi ini telah dijalani dua minggu lalu di sekolah dengan tema kearifan pangan lokal. Jadi, di CFD ini, siswa-siswi diminta merefleksikan pengelolaan pangan lokal dari daerah masing-masing daerah di NTT," jelas Yosefin.

Kearifan pangan lokal bukan hanya aspek praktis, tetapi juga modal untuk membentuk karakter bangsa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, melainkan juga memahami budaya dan kekayaan daerahnya. Yosefin menekankan bahwa siswa yang terlibat akan menjadi generasi yang lebih peduli terhadap daerah tempat tinggalnya.

"Melalui kegiatan P5, siswa-siswi dapat mengerti dan memahami cara mengelola makanan khas dari daerah masing-masing. Kegiatan ini akan berlanjut dengan berbagai tema setiap semester," ujarnya.

Setelah proses pengelolaan pangan lokal, Yosefin menyatakan bahwa siswa-siswi akan melanjutkan kegiatan P5 untuk mendalami kebudayaan di setiap daerah di NTT. Hasil dari upaya ini akan dipamerkan di sekolah atau CFD setiap Sabtu.

"Kebudayaannya yang dimaksud itu misalnya adat orang rote itu seperti apa saat melamar, atau mungkin tariannya, lagu-lagu khas rote dan lain sebagainya, juga setiap sabtu akan dipamerkan atau direfleksikan oleh siswa-siswi," tambahnya.

Dengan semakin berkembangnya kegiatan Care Free Day di Kota Kupang, instansi seperti SMKN 6 Kupang memanfaatkannya sebagai platform untuk mengadakan kegiatan P5. Melibatkan siswa-siswi dalam refleksi dan pemahaman terhadap kearifan pangan lokal dan kebudayaan daerah, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga membentuk karakter siswa sebagai generasi yang peduli dan melestarikan warisan lokal. (cr3/thi)

  • Bagikan

Exit mobile version