Momen Lebaran, Peningkatan Belanja Diprediksi 40 Persen

  • Bagikan
PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS TRANSAKSI MENINGKAT: Sejumlah pengunjung di Tunjungan Plaza Surabaya kemarin (17/3). Potensi lonjakan penjualan ritel yang masif di pusat perbelanjaan sangat mungkin terjadi saat mudik dan libur Lebaran 2024

JAKARTA,TIMEX.FAJAR.CO.ID – Pusat perbelanjaan optimistis di Lebaran tahun ini penjualan bisa meningkat. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan tersebut, pelaku usaha menyiagakan suplai dan stok. Selain itu, pengusaha juga menebar berbagai program promo serta diskon agar pertumbuhan belanja masyarakat semakin optimal.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyampaikan, potensi lonjakan penjualan ritel di pusat perbelanjaan yang masif sangat mungkin terjadi. Sebab, banyak warga yang melakukan mobilitas, termasuk mudik saat libur Lebaran 2024.

”Kami perkirakan pertumbuhannya bisa mencapai kisaran 30 sampai 40 persen,” ujar Budiharjo.

Para peritel pun sudah menyiapkan stok produk untuk momen libur Lebaran sejak Januari silam. Selain itu, banyak peritel yang meluncurkan produk atau item baru edisi spesial Idul Fitri demi memacu permintaan dari konsumen. Tidak ketinggalan, berbagai program diskon juga diberikan kepada konsumen, baik saat Ramadan maupun libur Lebaran.

Budiharjo membeberkan, produk seperti makanan-minuman, pakaian, tas, dan alas kaki bakal banyak dicari konsumen pada saat Lebaran. Adanya aktivitas mudik memungkinkan tingkat kunjungan ke gerai-gerai ritel maupun pusat perbelanjaan lebih merata saat libur Idul Fitri tiba.

’’Tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tapi juga di daerah-daerah,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyebutkan, peningkatan setidaknya 30 persen cukup rasional untuk bisa digapai pengusaha di Lebaran tahun ini.

”Yang namanya belanja di momen Lebaran tak terelakkan. Pemerintah telah menggelontorkan THR untuk ASN, Polri, belum juga yang swasta. Masyarakat ketika dapat THR pasti belanja,” ujarnya.

Belanja di momen Ramadan, menurut Roy, adalah customer behavior yang sangat menguntungkan untuk sektor ritel. Untuk tahun ini, attraction yang utama dari sebuah ritel modern atau pusat perbelanjaan adalah ketersediaan barang dan kestabilan harga.

”Pola musiman, Ramadan adalah puncak transaksi. Jadi, tentu saja pengusaha sangat berharap bisa memaksimalkan momentum itu,” pungkas Roy. (agf/c6/dio/thi)

  • Bagikan

Exit mobile version