Undana Punya Profesor Baru dan Termuda, Rektor Kukuhkan Apris Adu Jadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat

  • Bagikan
Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M Sc ketika mengukuhkan Prof. Dr. Apris A. Adu sebagai guru besar di Auditorium Undana, Jumat (12/8). (FOTO: INTHO HERIZON TIHU/TIMEX)

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang,
Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc kembali mengukuhkan Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt.,M.Kes sebagai guru besar bidang ilmu kesehatan masyarakat pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Prof. Apris Adu dikukuhkan melalui rapat senat terbuka luar biasa dengan dihadiri seluruh anggota senat, pegawai, dan staf serta mahasiswa pada universitas negeri pertama di NTT, bertempat di Auditorium Undana, Jumat (12/8). Acara pengukuhan juga dihadiri anggota keluarga, dengan mengenakan busana adat Rote dibalut baju berwarna ungu.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan membacakan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristekdikti), Nadiem Makarim, Nomor 36641/MPK.A/KP.05.01/2022 tanggal 7 Juni 2022, pembacaan riwayat hidup dan akadmik, serta pengukuhan oleh Rektor Undana.

Prof. Apris dikukuhkan sebagai guru besar ke-39 di Undana, dan merupakan guru besar termuda di Undana. "Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya," tutur Rektor Max Sanam diakhir kata-kata pengukuhannya.

Pria kelahiran Oebobo, Kota Kupang, 13 Agustus 1976, diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya tentang "Peranan Biologi Molekuler Jaringan (Ekspresi Protein Bcl-2 dan P53 Wild) sebagai Indikator Karsinogen, dalam pencegahan perubahan pola makan yang mengandung Senyawa nitrosamine" yang merupakan tradisi akademik di lingkungan Undana. (r3)

Akademisi yang lahir di Oebobo, Kota Kupang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya tentang "Peranan Biologi Molekuler Jaringan (Ekspresi Protein Bcl-2 dan P53 Wild) sebagai Indikator Karsinogen, dalam pencegahan perubahan pola makan yang mengandung Senyawa Nitrosamine" yang merupakan tradisi akademik di lingkungan Undana. (r3)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan