Pilih PKB, Jimmy Sianto Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat

  • Bagikan
PODCAST TIMEX. Jimmi Sianto (kiri) saat tampil di podcast Timex bersama Pemred Timex Online Marthen Bana, Jumat (14/10). (RESTI SELI/TIMEX)

Sosok politikus muda yang satu ini sempat vakum dari dunia perpolitikan selama kurang lebih lima tahun. Kini dirinya kembali dan siap memperjuangkan aspirasi rakyat.

RESTI SELI, Kupang

Dia adalah Jimmy Sianto. Politikus yang pernah menduduki kursi DPRD NTT selama 10 tahun itu, kembali ke jalur politik dan memilih bergabung dengan PKB. Tujuannya hanya satu, yakni bisa bebas dan lantang menyuarakan aspirasi rakyat.

Dirinya menuturkan, pengalaman vakum lima tahun telah membuatnya banyak berkontribusi untuk mengembangkan talenta muda NTT, khususnya dalam bidang olahraga futsal. Selain itu membangun bisnis sembari memperhatikan kondisi daerah.

“Lima tahun stop dari dunia politik justru memberikan saya waktu yang cukup untuk fokus di olahraga mengembangkan talenta muda NTT, khususnya di futsal. Saya juga bangun bisnis kecil-kecilan. Karena saya ingin untuk masih tetap berada di jalur politik, makanya waktu tersebut saya biasakan untuk merenung dan berpikir kondisi daerah kita,” jelas Jimmy.

Selama berada di lingkungan masyarakat, dirinya mengaku turut merasakan apa yang menjadi kendala di masyarakat. Hal itu yang membuat dirinya untuk bertekat kembali ke dunia politik agar bisa secara langsung berbicara dan menyampaikan aspirasi tersebut. Untuk itu, dirinya memilih bergabung bersama PKB.

“Saya pelajari betul-betul karena ingin memilih partai yang benar-benar tidak mengekang saya untuk memperjuangkan aspirasi. Karena itu, saya putuskan ke PKB,” ujarnya. Dirinya menyampaikan, ada beberapa partai yang menawarinya untuk bergabung. Namun, ia memilih PKB. Meskipun begitu, ia tetap berusaha membangun dan menjalin komunikasi dengan partai-partai tersebut.

Rencananya ke depan, apabila diizinkan PKB, dirinya siap untuk kembali berada di DPRD NTT. Ketika ditanya Host Marthen Bana mengapa tidak terjun ke jenjang DPR RI, dirinya merasa harus menempuh 3 periode terlebih dahulu dan belajar untuk bisa menguasai sistem. Ia merasa harus mengukur kemampuan dan kapasitas sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, politik identitas yang saat ini sedang marak terjadi tak membuatnya sedikitpun khawatir. Sebab, ketika dirinya kembali bergabung ke parpol, masyarakat yang menjalin relasi dengannya selam vakum lima tahun itu, menyambut baik bahkan mendukung dirinya untuk mewujudkna aspirasi mereka. Ia juga tak memilih untuk maju dari dapil TTS yang menjadi asalnya, tetapi akan maju dari Dapil Kota Kupang. Walaupun banyak orang beranggapan hal tersebut akan sulit, Jimmy malah merasa sebaliknya, menurutnya selama ia memiliki niat baik maka semuanya akan berjalan baik.

“10 tahun saya berusaha untuk tidak berubah, saya berteman dengan siapapun, karena kalau masuk politik harus menjadi temannya rakyat. Saya optimis dan bekerja semaksimal saya, tidak mengandalkan politik uang. Kalau tidak jadi DPRD pun tak apa-apa, daripada harus pakai sistem bayar,” ujarnya.

Selama lima tahun dirinya vakum, itu menjadi kekuatan baginya untuk lebih mengenal dan membangun jaringan dengan masyarakat. “Jadi saya tidak menaruh harapan di masyarakat, tapi masyarakat yang menaruh harapan pada saya ketika berada di panggung politik,” tegasnya. (cr1/ito)

  • Bagikan

Exit mobile version