Siswa SMPN 6 Kupang Lestarikan Situs Bersejarah

  • Bagikan
GUA JEPANG. Kepsek SMPN 6 Kupang, Ariyandi Benygerius Mauko dan para siswa pose bersama di salah satu Gua Jepang di Kelurahan NBD. (FOTO: ISTIMEWA).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Siswa dan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kupang melakukan aksi pelestarian terhadap lima situs bersejarah (Gua Jepang) di Kelurahan Nunbaun Delha, Kota Kupang.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Sekolah (Kepsek) ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dan menjadi situs edukasi bagi para siswa dalam mempelajari mata pelajaran Sejarah di Sekolah. 

Selain itu, para siswa juga mampu memahami nilai-nilai Sejarah dalam kehidupan sehari-hari. 

Gua peninggalan tentara Jepang ini tiga gua beralamat di RT 13/RW 07 dan dua gua beralamat di RT 15/RW 08, Kelurahan NBD.

Kepsek SMPN 6 Kupang, Ariyandi Benygerius Mauko menjelaskan kunjungan ke gua jepang ini untuk pembersihan juga memberikan edukasi tentang nilai-nilai sejarah penjajahan dan juga perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. 

Di samping itu, lanjut Kepsek yang sering disapa Beny Mauko itu bahwa pihaknya juga menanamkan nilai-nilai tentang pentingnya merawat situs-situs bersejarah. "Hari ini generasi penerus bangsa tidak boleh lupa akan sejarah dan harus memberi diri untuk menghargai dan merawat setiap situs yang ada," katanya.

Mantan Kepsek SMPN 16 Kota Kupang ini juga menyebut sebagai tindaklanjuti, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini kelurahan dan dinas teknis maupun masyarakat sekitar untuk kepentingan pemugaran dan dijadikan objek wisata edukasi dan sejarah.

"Jika rencana ini jalan maka bukan tidak mungkin kami akan gelar festival wisata sejarah di situs-situs gua jepang tersebut," ungkapnya.

Ia berharap, dengan proses ini dapat menolong para siswa serta masyarakat pada umumnya, untuk menghargai sejarah yang ada hingga saat ini.

Terhadap proses pembelajaran tersebut, pihaknya berencana untuk menggelar festival dalam rangka mengingat kembali perjalanan Bangsa Jepang ketika menduduki Kota Kupang. 

"Kita sudah mengunjungi kurang lebih lima gua. Dari gua yang kita kunjungi ini, terdapat satu gua yang masih memiliki Meriam atau senjata milik pasukan Jepang sedangkan empat lainnya sudah tidak ada lagi," pintanya. (r3)

  • Bagikan