Persiapan Matang, Prosesi Tahbisan Dijamin Lancar

  • Bagikan
EFRENDI NABEN/TIMEX BERI KETERANGAN. Ketua Panitia Pentahbisan Uskup Agung Kupang, Sisilia Sona didampingi Sekertaris Panitia RD. Erminus Fkun (kiri) dan RD. Fariz Paut (kanan) memberikan keterangan pers dihadapkan awak media di Aula Yayasan Swasti Sari, Senin (6/5)

Pemprov dan Pemkot Beri Dukungan Penuh

Undangan Dibatasi, Misa Pentahbisan Uskup Agung Kupang Disiarkan secara Live Steaming

KUPANG, TIMEX.FAJAR.CO.ID- Rangkaian pentahbisan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni akan diselenggarakan dalam tiga kegiatan besar. Semua kegiatan ini sesuai agenda akan digelar selama tiga hari terhitung sejak dari Rabu hingga Jumat (8-10/5).

Kegiatan rohani ini akan dimulai dengan Vesper Agung di Paroki St. Yoseph Naikoten II pada Rabu (8/5) pukul 17.00 Wita, lalu misa pentahbisan akan diadakan di Gereja Ketedral Kristus Raja Kupang pada Kamis (9/5) pukul 09.00 Wita. Sementara misa pontifikal juga akan berlangsung di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang pada Jumat (10/5) pukul 09.00 Wita.

Sebagai persiapan, panitia pentahbisan menggelar konferensi pers di Aula Yayasan Swasti Sari Kupang pada Senin (6/5) dan dihadiri oleh berbagai media baik itu media cetak, online, radio dan media televisi di Kota Kupang.

Ketua Panitia, Sisilia Sona menjelaskan bahwa panitia telah mengundang seluruh Uskup di Indonesia dan dua Uskup dari Timor Leste serta perwakilan dari setiap paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang (KAK).

"Kami membatasi jumlah peserta dari paroki di Kota Kupang menjadi 40 orang per paroki. Sementara paroki di TTS hanya 10 orang dan di luar pulau seperti Alor, Rote, dan Sabu hanya 5 orang. Mami menargetkan partisipasi 3.500 orang dalam misa pentahbisan ini nantinya," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa untuk memastikan keamanan, panitia telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) NTT dan aspek medis akan ditangani oleh Rumah Sakit St. Carolus Borromeus, Bello.

Misa pentahbisan ini akan dihadiri oleh 39 Uskup, dua Vikjen dan dua Administrator Apostolik dan masing-masing didampingi oleh para imam KAK dari kedatangan hingga kepulangan mereka.

"Para Uskup, Vikjen dan Administrator Apostolik mulai tiba hari ini (Senin kemarin) dan Mgr. Petrus Turang telah meminta para imam untuk mendampingi mereka. Jadi, imam-imam akan bersiap di Bandara mulai hari ini hingga tanggal 8 Mei karena ada kedatangan para Uskup," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) juga menyambut baik pelaksanaan pentahbisan tersebut. Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake juga berencana mengundang para Uskup untuk jamuan makan malam bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT pada Rabu (8/5) setelah Vesper Agung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, melalui Penjabat (Pj) Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay juga memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas mobil, kursi, meja, dan mobil kebersihan selama kegiatan tersebut.

"Penjabat Wali Kota, Fahrensy Funay, telah menyanggupi untuk memfasilitasi semua yang diperlukan untuk memberikan kesan kepada tamu undangan bahwa Kota Kupang siap menyambut mereka," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, bagi umat yang tidak bisa hadir, mereka dapat mengikuti siaran langsung atau live streaming yang disediakan oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Kupang.

Sekretaris Panitia, RD. Erminus Fkun, menjelaskan bahwa akan ada sambutan sesuai perayaan tahbisan yang ditentukan langsung oleh Administrator Apostolik KAK, Mgr. Petrus Turang.

"Sambutan tersebut akan dilakukan oleh Mgr. Hironimus, Mgr. Petrus Turang, Mgr. Anton Subianto Bunjamin yang mewakili Ketua KWI, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dan Nuncio Apostolik Mgr. Piero Pioppo. Permintaan ini sesuai dengan arahan Mgr. Petrus Turang," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa misa Pontifical yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Terpilih Mgr. Hironimus Pakaenoni akan dihadiri oleh sekira 10 Uskup. Hal ini karena seusai misa pentahbisan akan ada Uskup termasuk Mgr. Piero Pioppo yang akan kembali ke tempat tugas.

"Kami sudah dapat konfirmasi jadi nanti paling kurang 10 Uskup yang bisa mengikuti Misa Pontifical tersebut," tutupnya. (cr3/gat)

  • Bagikan