Mulai Digelar, Kolaborasi Internasional dalam ICC-IRS 2023

  • Bagikan
PODCAST. Rektor IAKN Kupang, Dr. Harun Y. Natonis, S.Pd., M.Si (kanan) ketika melakukan podcast bersama Pemred Timex Online, Marthen Bana di Lantai 4 Gedung Graha Pena, Rabu (12/7). (FOTO: RESTI SELI/TIMEX).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Perhelatan konferensi yang diprakarsai oleh Kementerian Agama RI "The 2nd International Conference on Christian and Inter Religious Studies (ICC-IRS)" mulai berlangsung hari ini hingga 16 Juli 2023 mendatang, di Hotel Aston Kupang.

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menjadi tuan rumah konferensi internasional itu, dengan sub tema "Religion, Education and Arts Studies in Post Humanism Era” yang dihadiri 500 peserta dan mempublikasi sebanyak 234 jurnal.

Rektor IAKN Kupang, Dr. Harun Y. Natonis, S.Pd.,M.Si mengungkapkan, meskipun baru 15 tahun berdiri, IAKN Kupang sudah mendapat kepercayaan untuk melaksanakan hajatan internasional. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi IAKN Kupang.

"IAKN dipilih karena dianggap mampu. Kemampuan dosen, dan sebagainya sudah cukup bagus. Jadi untuk awal kita mulai perkuat dari internal dulu, kemudian dapat dukungan dari IAKN Toraja dan Palangkaraya," ungkapnya dalam Podcast Timex, Rabu (12/7).

Harun menyebut, segala persiapan mulai dari pembagian tugas, sarana prasarana di tempat kegiatan sudah mendekati 100 persen. Dengan persiapan yang matang, ia memastikan tidak mengecewakan peserta dan tamu undangan.

Konferensi internasional tersebut menghadirkan sebanyak 29 pakar ternama sebagai pembicara dari berbagai negara, diantaranya Indonesia, Jerman, Belgia, Korea, Amerika, Afrika dan Belanda.

Tak kalah menariknya, kegiatan internsional tersebut menghadirkan tiga pembicara utama yakni, Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th.,M.Pd, Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, dan Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, M.M.

"Total peserta ditargetkan 500 orang sudah termasuk dosen, guru, mahasiswa. Pembicaraan datang dari enam disiplin ilmu. Luar dan dalam negeri yang dipilih adalah pakar-pakar terbaik," tegas Harun.

Ada enam plenaries (pleno) pada waktu yang berbeda. Ada workshop grup, ada 4 forum dan presenter per room (ruangan) dengan sistem panel bersamaan. Sehingga, satu kegiatan ada banyak forum. Karena itu ada banyak partisipan.

“Konferensi yang dihadiri oleh para pakar ternama ini menjadi pertama kali diselenggarakan di Provinsi NTT. Enam bidang ilmu, yaitu Pendidikan, Teologi, Psikologi dan Konseling, Sosiologi Agama, Seni Musik, serta Studi Lintas Agama,” sebutnya.

Selain diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICC-IRS, Dr. Harun juga dipercayakan menjadi salah satu dari 29 pembicara tentang Pendidikan Agama Kristen (PAK) Humanis. "PAK yang memanusiakan manusia. Bagaimana PAK membuat orang merasa ada unsur kasih sayang dan nyaman belajar agama dan melaksanakannya," pintanya.

Tulisan ilmiah tersebut sudah terindeks Scopus Q1. Scopus sendiri merupakan standar tulisan ilmiah yang diakui secara internasional. "Ada kaidah ilmiahnya, konstruksi bahasa, metodologinya, ada unsur kebaruan. Untuk masuk kesana tidak gampang. Tapi SDM di NTT sudah banyak tembus di Scopus, yang profesor pasti tembus," terang Harun.

Lanjut Harun, sasaran kegiatan tersebut adalah meningkatkan kompetensi dosen, guru, peneliti dan mahasiswa pasca sarjana karena kesulitan yang sering dialami dosen adalah menulis penelitian. Apalagi, publikasi ilmiah sangat diperlukan dosen untuk peningkatan jenjang karir dan juga akreditas kampus.

“Bagian ini sangat penting karena kemampuan dosen paling penting adalah pada tridharma dosen, terutama pada penelitian dan pengabdian. Dosen memiliki publikasi internasional itu tidak gampang, dari sisi konstruksi bahasa kendala, karena itu kegiatan ini bisa memberikan kepercayaan diri bagi dosen bahwa dia bisa juga," cetusnya.

Ditegaskan bahwa dalam konferensi tersebut, akan ada publikasi ilmiah di Jurnal Terindeks Scopus, Jurnal Sinta, dan juga Prosiding. Untuk itu, orang nomor satu di jajaran IAKN Kupang ini mendorong agar para peneliti, dosen dan guru memacu diri untuk bisa men-submit jurnalnya dalam kegiatan ini.

Dengan berlangsungnya ICC-IRS  tersebut, dapat menciptakan kolaborasi yang baik antar perguruan tinggi dan lembaga, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, juga meningkatkan daya saing masyarakat NTT secara nasional maupun internasional. (cr1)

Editor: Intho Herison Tihu

  • Bagikan