Siswa SMKN Bungtilu Berguru di Hotel Harper

  • Bagikan
PELATIHAN. Siswa kelas X Jurusan Perhotelan SMKN Bungtilu tengah mengikuti pelatihan making bed dari Executive Housekeeper Hotel Harper, Emilianus Jehabut, Kamis (14/9). (FOTO: RESTI SELI/TIMEX).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Puluhan siswa Jurusan Perhotelan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bungtilu, Kecamatan Semau berguru ke Hotel Harper Kupang guna meningkatkan pemahaman tentang dunia perhotelan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan tentang making bed dan towel art ini didampingi Kepala Sekolah, GM Hotel Harper, Kepala Desa Letbaun yang juga Ketua Panitia Pendiri SMK Bungtilu dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi (Kadis Dikbud) NTT, Linus Lusi, Kamis (14/9).

Pelatihan yang berlangsung satu hari itu terselenggara berkat dukungan dan kerja sama Hotel Harper untuk menjangkau SMK di NTT yang belum unggul. 

Pelatihan tersebut juga untuk mempersiapkan para siswa yang akan mengikuti lomba making bed oleh Indonesian Housekeepers Association (IHKA).

Linus Lusi pada kesempatan tersebut mengapresiasi upaya pihak sekolah dalam meningkatkan pemahaman dan mutu pendidikan bagi peserta didik. 

"Meskipun tergolong sekolah baru, namun SMKN Bungtilu rela melintasi laut untuk berguru ilmu dari ahlinya. Dengan pengenalan seperti ini kepercayaan bisa meningkat. Kalau ruang ini tidak diberikan, kapan lagi?," ungkap Linus.

Menurut Linus, hal ini akan memacu sekolah lainnya untuk lebih banyak turun ke lapangan ketimbang teori di kelas. "Jurusan ini langsung ke hotel, teori nomor dua," tandasnya.

Pelatihan dari Harper ini dinilai sangat tepat, sebab memberi kesempatan bagi SMK yang terbatas fasilitasnya untuk melihat dan mempraktekan langsung kerja-kerja di hotel.

Sementara itu, Plt Kepala SMKN Bungtilu, Raisa Moli Buy Mestuni menjelaskan bahwa SMK pertama di Pulau Semau itu memiliki tiga jurusan yakni jurusan Perhotelan, Pariwisata dan jurusan Perikanan. 

Dikatakan, pada kesempatan pelatihan tersebut melibatkan sebanyak 13 orang siswa untuk belajar dan praktek langsung di ahlinya. 

Lanjut Resa, selain meningkatkan pengetahuan, para siswa juga dipersiapkan untuk mengikuti lomba making bed IHKA.

"Mereka baru kelas X sudah langsung praktek, memang belum pernah karena kebanyakan kelas XII baru praktek keluar. Kami senang karena dapat kesempatan ini untuk belajar langsung," pintanya.

Ia berharap, dapat menjadi motivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri dari siswa untuk mempersiapkan diri dalam menata masa depan.

Executive Housekeeper, Emilianus Jehabut, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan para siswa untuk ikut dalam perlombaan IHKA yang akan digelar di Hotel Harper.

"Ini tanggungjawab sosial dari Harper untuk menjangkau siswa-siswa dari SMK yang belum unggul, selama ini mereka terbatas dengan fasilitas, maka kita ingin tunjukkan langsung bagaimana caranya," jelasnya.

Dalam penjelasannya, Emil menyebut, lomba IHKA akan berfokus pada making bed, karena itu cara membersihkan dan merapikan kamar dan kasur tidur dengan cepat dan tepat.

Lanjutnya, pendapatan terbesar hotel adalah dari kamar. Sehingga kebersihan dan kerapian kamar menjadi begitu penting, sebab tamu akan lebih melihat tempat tidur dan toilet.

Menurutnya, bekerja di hotel tidak harus orang pintar melainkan orang yang mau diatur atau diarahkan. Sebab, dengan diarahkan, maka akan menjadi terampil.

"Tempat tidur harus benar-benar rapi. Tamu akan merasa senang kalau melihat tempat tidur rapi," pungkasnya. (cr1)

Editor: Intho Herison Tihu

  • Bagikan