Kota Kupang Aman dari Virus ASF

  • Bagikan
ilustrasi

Laporkan Jika Ada Kasus Kematian Ternak Babi

KUPANG, TIMEX.FAJAR.CO.ID- Ancaman Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika hingga kini terus menghantui sejumlah wilayah di Provinsi NTT. Tidak terkecuali di Kota Kupang.

Namun dimikian, hingga kini belum ada laporan terkait adanya virus ASF yang melanda ternak babi masyarakat di wilayah Kota Kupang. Karena itu, masyarakat peternak diminta untuk tetap menjaga kebersihan kandang ternak babi serta pakan yang diberikan.

Dinas Pertanian (Distan) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Veteriner Kota Kupang sendiri menyatakan bahwa saat ini Kota Kupang masih aman dari ancaman Virus African Swine Fever (ASF).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Veteriner, Yappy Manafe, Rabu (21/2) di ruang kerjanya. Yappy menjelaskan bahwa belum ada laporan dari Pusat Kesehatan Hewan atau Puskewan mengenai kasus kematian ternak akibat virus ASF.

"Sementara, belum ada data dari lapangan terkait virus ASF. Artinya, dari masyarakat belum ada laporan yang masuk. Jadi, saat ini Kota Kupang masih aman," ujarnya.

Namun demikian, upaya pencegahan dilakukan dengan bantuan vaksin leaflet dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, walaupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang belum memiliki anggaran untuk itu. Namun, Yappi menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi bagi para peternak.

Yappi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk pencegahan dan penanganan virus ASF. Ia juga mengimbau peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang dan memastikan pakan sesuai serta harus dilakukan vaksin.

"Pakan dari makanan sisa yang diambil dari warung harus dihindari karena dapat menyebabkan kematian ternak," tandasnya.

Sementara Pejabat Otoritas Veteriner (POV), Septanus Tahunas mengatakan akan menyebarkan surat edaran mengenai manajemen peternakan yang harus diperhatikan.

"Pakan dari warung makan harus dipisahkan dari benda seperti sedotan, tusuk gigi dan tisu karena biasanya tercampur dengan makanan sisa. Dan, pakan dari waring juga harus diolah atau dimasak terlebih dahulu," ungkapnya.

Septanus berharap, masyarakat segera melaporkan tanda-tanda terkena virus ASF ke Dinas Pertanian serta memastikan penanganan cepat untuk mencegah penyebaran virus ASF.

"Sakit atau tidak, harus segera laporkan agar teman-teman di lapangan bisa antisipasi karena kita punya tiga titik Puskewan yakni di Lasiana, Kayu Putih dan Naioni," tambahnya.

Berdasarkan data dari UPTD Veteriner, terdapat kasus kematian ternak sebanyak 24 di seluruh Kota Kupang. Namun, kematian tersebut tidak disebabkan oleh virus ASF. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pelaporan dini untuk menghindari kepanikan di masyarakat. (cr3/gat)

  • Bagikan