SMK Aloisius Ruteng Berhasil Konversi Motor BBM Ke Listrik Kerja Sama dengan PLN

  • Bagikan
FRANSISKUS RUNGGAT/TIMEX PELATIHAN. Sejumlah siswa SMK St. Aloisius Ruteng yang telah mengikuti pelatihan konversi motor BBM ke listrik, saat sedang melakukan kegiatan belajar di bengkel sekolah.

RUTENG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) St. Aloisius Ruteng, Kabupaten Manggarai, berhasil merubah atau mengkonversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik. Dua unit sepeda motor telah dilakukan uji coba jarak tempuh 50 kilometer (KM).

"Ada 2 unit sepeda motor yang sudah berhasil dikonversi dari BBM ke energi listrik, jenis honda beat dan yamaha vega. Telah dilakukan uji coba dengan jarak tempuh 50 KM," ujar guru sekaligus ketua tim pengembang motor listrik SMK St. Aloisius Ruteng, Tresha, yang ditemui media ini, Sabtu (4/5).

Tresha mengatakan, program tersebut berhasil dijalankan berkat pembinaan dan pendampingan pihak PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara, serta dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai. Dimana sebelumnya selama tiga hari, yakni 23-26 Januari 2024, pihak PLN telah memberikan bekal pengetahuan melalui kegiatan pelatihan bagi 15 orang guru dan 10 siswa dari sekolah tersebut.

"Terhadap program ini, kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai, Hery Nabit, karena sudah mempercayakan SMK St. Aloisius sebagai tempat pelatihan konversi BBM ke energi listrik. Juga memberi kepercayaan kepada lembaga sekolah kami ini sebagai mitra kerja PLN. Terima kasih juga atas pendampingan pihak PLN," ungkapnya.

Tresha juga berharap kerja sama itu tidak hanya sampai pelatihan, tapi akan terus berlanjut. Sehingga lembaga sekolahnya itu akan dipercayakan sebagai pelopor untuk konversi motor listrik berbasis baterai yang ramah lingkungan di Provinsi NTT, khususnya di kabupaten Manggarai. Pihaknya juga yang pasti sangat mendukung program yang dilaksanakan PLN di kabupaten Manggarai.

Kepala SMK St. Aloisius Ruteng, Bruder Maximus Primus Geju, mengatakan program konversi motor dari BBM ke energi listrik di lembaga sekolah itu suatu hal yang sangat baik. Sepeda motor yang berhasil dikonversikan itu, tentu merupakan pengembangan apa yang sudah dilatih oleh pihak PLN kepada sejumlah guru dan siswa di SMK St. Aloisius pada Januari 2024.

"Sekarang ada peningkatan baru yakni konversi BBM ke listrik. Jadi kami menyambut kegiatan ini, karena ada tindak lanjut dari pelatihan ini. Juga sebagai tindak lanjut dari program ini, maka tahun ajaran baru 2024/2025, kami membuka jurusan baru, yakni yakni teknik sepeda motor (TSM)," kata Bruder Maximus.

Lanjut Dia, jurusan TSM itu telah mengantongi SK dari dinas Pendidikan Provinsi NTT. Harapannya, ke depan sekolah itu akan menjadi bengkel konversi BBM ke listrik. Ikutannya, bisa menjadi instruktur bagi sekolah lain di Provinsi NTT. Sekarang sekolah itu ada 3 jurusan, yakni teknik kendaraan ringan (TKR), teknik pengelasan (TP), dan Desai Komunikasi Visual (DKV).

"Kami berharap, SMK St. Aloisius Ruteng sebagai rujukan untuk sekolah lain di NTT. Terima kasih kepada PLN, karena sudah memberikan kepercayaan besar kepada sekolah ini. Tentu program ini sebuah rahmat yang harus kami lakukan ke depannya, sehingga punya imbas baik kepada masyarakat," bilang Bruder Maximus.

Sementara Asman Komunikasi & TJSL PLN UIP Nusa Tenggara, Panca Budi Setiawan, kepada media ini mengatakan pelatihan konversi motor listrik yang diadakan oleh PLN pada Januari 2024, diikuti oleh sebanyak 15 guru dan 10 siswa dari SMK St. Aloisius Ruteng. Hal yang luar biasa, program dan kegiatan itu disambut baik oleh Kepala Sekolah, Bruder Maximus.

Lanjut Panca, sehingga salah satu tindaklanjutnya dengan mengajukan program buka jurusan baru TSM. Tentu tujuannya untuk pengembangan setelah atau paskah pelatihan. Pihak PLN ke depan berupaya akan mengajukan ke Kementrian Perhubungan, bahwa di sekolah itu dijadikan sebagai bengkel konversi motor listrik.

Panca menjelaskan, resminya dengan menerbitkan sertifikat dari Kementrian Perhubungan sebagai bengkel pemasangan, perawatan, dan pemeriksaan peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik pada sepeda motor. Juga dengan adanya sertifikat itu, SMK St. Aloisius Ruteng, bisa melakukan pelatihan.

"Disini PLN tentu mensuport sampai terbit sertifikat. Manfaat ke depannya setelah ada sertifikat, sekolah ini bis secara resmi melakukan perakitan, dan juga bisa melakukan pelatihan. Sehingga sekolah ini bisa menjadi episentrum, penggerak konversi motor listrik di Flores, dan NTT pada umumnya," jelas Panca.

Dia menambah, program konversi motor listrik itu sejalan dengan semangat dari pemerintah melalui PLN sebagai garda terdepan dalam mewujudkan net-zero emission (NZE) di tahun 2060 mendatang. Bukan tidak menjadi hal yang mustahil, karena PLN bergerak dengan nyata melalui program PLN peduli. Sejalan dari hilir disiapkan, bagaimana pemakaian energi terbarukan.

"Tentu dari hulunya, bahwa di kabupaten Manggarai PLN mendapat mandat dari pemerintah sedang melakukan pengembangan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok, Kecamatan Satar Mese. Kita bergerak cepat melalui hulu, dan sambut melalui hilir dengan menyiapkan bengkel konversi yang memanfaatkan energi terbaru," pungkasnya, (Kr1/thi)

  • Bagikan