63 Siswa SMKN Raihat PKL di UKAW Kupang 

  • Bagikan
IKAN ASAP. Rektor UKAW Kupang, Dr Ayub Urbanus Imanuel Meko ketika menjelaskan cara pengasapan ikan asap kepada siswa SMKN Raihat di Lab Pertanian UKAW Kupang, Selasa (15/8). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX).

Belajar Olah Pangan Lokal

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Sebanyak 63 siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Raihat Atambua Kabupaten Belu berkesempatan belajar di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Kesempatan ini dilakukan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung selama dua bulan terhitung sejak 1 Juli-31 Agustus.

Ke 63 orang siswa ini terbagi dalam dua jurusan yakni jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dengan rincian 16 orang jurusan APHP dan TKJ 47 orang. 

Dengan didampingi mentor (dosen) terbaik, para siswa belajar sesuai dengan jurusannya masing-masing.

Untuk jurusan APHP mendapat kesempatan mengolah sejumlah produk makanan yang dihasilkan dari biji-bijian lokal. Tak hanya itu, mereka juga diajarkan untuk mengolah hasil perikanan.

Sonita da Silva, Ketua Kelompok PKL SMKN Raihat, kepada Timor Express, Selasa (15/8) mengaku sangat bersyukur karena bisa belajar dan merasakan suasana di perguruan tinggi meski masih dibangku SMK.

Dikatakan, ilmu dan pengalaman ini tentu tidak bisa dilupakan dan akan dikembangkan ketika tamat nanti. "Kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah dan kampus UKAW karena telah menyediakan kesempatan berharga ini kepada kami. Kami mendapat banyak ilmu dan pengalaman sebagai bekal untuk masa depan kami," katanya.

Disebutkan, bahwa dirinya sangat termotivasi memilih dan belajar tentang ilmu pertanian sebab potensi alam di NTT ini sangat banyak dan belum dikelola secara maksimal.

"Setelah kami belajar, ternyata sesuatu yang sebenarnya ada dan dianggap tidak bernilai itu diolah menjadi sesuatu yang sangat enak dan bernilai tinggi," sebutnya.

"Ini dapat meningkatkan dan memperbaiki ekonomi keluarga juga," sebutnya.

Secara rinci, Sonita menerangkan, produk makan yang sudah dipelajari yakni Kerupuk Jagung tambah Ikan Cakalang, Tempe dari empat jenis kacang, Manis Tomat, Dodol Pepaya, Selai Pepaya, Minuman Herbal dari rempah-rempah, Susu dari kacang gudeg, Nugget dari ampas kacang gudeg.

Mewakili rekan-rekannya, ia berharap dengan materi dan pengalaman yang diperoleh dapat menambah ilmu dan pengetahuan sebagai bekal masa depan atau tamat danit dalam mengembangkan potensi pertanian dan perikanan di Kabupaten Belu.

Ir. Zet Malelak, Kepala Lab Pertanian  Fakultas Teknologi Pertanian UKAW menegaskan bahwa selama masa PKL, para siswa dibekali berbagai ilmu dan inovasi agar dapat mengelola biji-bijian lokal.

Dikatakan, pelatihan yang dilangsungkan berbasis bahan lokal agar para siswa ini tidak saja mendapat ilmunya tetapi bisa diolah di rumah tangga mereka, di pesta dan bisa mengembangkan usaha mereka.

"Ini berkaitan dengan masa depan dan keterampilan anak untuk jangka panjangnya. Jangan hanya asal sekolah tetapi sehingga kami pertajam rasa kecintaannya kepada jurusan yang mereka pilih agar tidak hanya berpikir soal pegawai,"  pintanya.

Banyak masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi setelah lulus maka hasur dibekali dengan kemampuan serta kecerdasan dalam mengelola potensi pertanian yang ada sehinggi bisa menunjang kebutuhan dan usaha mereka.

"Tidak saja pintar di sekolah tapi kita harus memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk mengelola potensi alam yang ada," pintanya.

Rektor UKAW Kupang, Dr Ayub Urbanus Imanuel Meko pada kesempatan yang sama mengaku selama berada di Kampus UKAW Kupang, para siswa-siswi dibekali dengan materi-materi praktikum, dengan tujuan agar kedepan siswa-siswi memiliki kemampuan untuk melanjutkan studi di dunia kampus.

Selain di dunia Kampus, mereka juga dibawa ke kelompok-kelompok industri yang saat ini bekerjasama dengan pihak Kampus UKAW Kupang. Artinya, pengetahuan dan jejaring dari para siswa-siswi sudah terakomodir.

"Kami bersyukur karena sekolah-sekolah mengirimkan para siswa-siswi untuk melakukan praktek di Kampus UKAW Kupang," pintanya.

Lewat kegiatan ini, mereka juga termotivasi dan menjadi bekal ketika tamat, mereka mampu mengembangkan usaha terutama di bidang pengolahan khususnya di bidang kuliner.

Dikatakan, yang menonjol saat ini di Atambua yaitu wisata pesisir di wilayah Atapupu dengan panorama pasir putih dan Mota Ain. 

"Kami sangat senang sekali karena mereka mampu belajar di UKAW Kupang. Ini yang namanya Merdeka Belajar. Mereka dibekali oleh dosen dan mahasiswa disini," terangnya. (r3)

  • Bagikan