Berebut Sembako Jokowi, Tiga Orang Terluka

  • Bagikan
FEDRIK TARIGAN/JAWA POS OPEN HOUSE. Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersalaman dengan masyarakat saat open house hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/4).

Kisruh saat Open House di Istana Negara

JAKARTA, TIMEX.FAJAR.CO.ID – Di akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar open house untuk masyarakat setelah salat Idul Fitri, Rabu (10/4).

Sayangnya, kegiatan yang dihelat di Istana Negara itu malah berlangsung ricuh. Sampai-sampai ada tiga orang yang dilarikan ke rumah sakit. Satu di antaranya mengalami luka di bagian pelipis. Lalu, ada juga satu orang yang kepalanya bocor, diduga karena terkena pukulan.

Kericuhan terjadi saat dilakukan pembagian sembako. Karo Protokol Sekretariat Presiden Yusuf Permana menjelaskan, istana menyiapkan 3.300 paket sembako. Namun, pembagian dilakukan secara selektif. Hanya warga yang dinilai membutuhkan yang akan mendapatkan sembako.

”Tidak semua diberi karena banyak juga masyarakat mampu yang ikut open house,” ucapnya.

Paket sembako itu diletakkan di pintu keluar samping Istana Negara arah Sekretariat Negara gedung utama. Sembako-sembako tersebut dilekatkan di tenda. Sesuai protokol, sembako itu diberikan kepada warga yang telah bersalaman dengan Presiden Jokowi dan istrinya, Iriana.

Kenyataannya, terjadi rebutan di antara masyarakat. Ada yang mencoba masuk melalui pintu keluar tanpa bersalaman dengan Jokowi dan Iriana.

”Masyarakat yang sangat banyak itu berebut sembako dan makanan di tenda sembako,” ungkap Yusuf.

Nah, saat rebutan sembako itulah, diduga terjadi kekerasan antarwarga. Tiga orang yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit. ”Kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya. (lyn/c9/oni/jpg/ays)

  • Bagikan