Sumbangsih Danrem 161/WS sebagai Putra Daerah untuk Wilayah NTT

  • Bagikan
IMRAN LIARIAN/TIMEX SENPI. Danrem 161/WS, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes menerima Senpi rakitan dari Satgas Pamtas RI-RDTL di Makorem 161/WS, Rabu (17/4).

Terima 235 Senpira, Ciptakan Teritorial yang Aman dan Damai

Diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 161/Wira Sakti (WS) mewujudnyatakan tanggung jawab itu dengan memaksimalkan pelayanan teritorial yang aman dan damai. Ini dibuktikan dengan telah diterimanya senjata api rakitan (Senpira) dari masyarakat.

IMRAN LIARIAN, Kupang_

BRIGJEN TNI Joao Xavier Barreto Nunes, adalah putra daerah NTT dipercayakan menjabat Danrem 161/WS. Jabatan yang diemban saat ini dimaksialka untuk menciptakan rteritorial yang aman dan damai khususnya di wilayah NTT.

"Sebagai putra daerah yang dipercayakan oleh Panglima TNI dan Kasad, untuk menjabat sebagai Danrem 161/WS, maka saya akan berbuat semampu saya sebagai hadiah kepada pemimpin saya," jelas Danrem 161/WS, di sela kegiatan penerimaan tujuh pucuk senjata api rakitan (Senpira) di Makorem 161/WS, Rabu (17/4).

Senpira itu diterima dari Satgas Pamtas RI-RDTL. Dibawa kepemimpinan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonkav 6/Naga Karimata, Letkol Kav. Ronald Tampubolon. Selain Senpira, ada juga satu pucuk pistol rakitan juga diserahkan.

"Pistol rakitan ini tahun 1999, kebanyakan masyarakat Timor-Timur menggunakan pistol saat hiruk pikuk itu," ujarnya.

Semua ini diamankan untuk menciptakan wilayah teritorial Korem 161/WS yang damai, aman dan sejahtera.

"Itu yang kita harapkan," kata jenderal dengan satu bintang di pundak ini.

Sosok nomor satu di Makorem 161/WS ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah teritorial Korem 161/WS, apabila masih menyimpan Senpi ataupun senjata api rakitan agar dengan hati yang ikhlas tulis segera kembalikan kepada Kodim, Koramil, maupun Babinsa yang tersebar di jajaran Korem 161/WS.

Dikatakan, pemusnahan akan dilakukan pada semua senpi maupun senpira yang sudah diamankan itu. Namun, pihaknya masih harus melaporkan ke Kodam IX/Udayana. Apakah semua itu dimusnahkan di Korem atau dikirim ke Kodam IX/Udayana. Dan untuk saat ini, pihaknya masih menunggu perintah lebih lanjut dari Panglima TNI.

"Total semua senjata api rakitan ada 235 pucuk," jelas Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes.

Dirinya juga mengharapkan agar masyarakat yang masih menyimpan senjata api maupun semjata api rakitan agar bisa sadar dan berbuka hati untuk segera dikembalikan. Karena itu, Danrem mengimbau kepada masyarakat agar dengan hati yang lapang, ikhlas untuk serahkan. Senjata api adalah barang milik negara dan bukan punya masyarakat.

"Untuk masyarakat silakan mengembangkan dunia pertanian, seperti lahan tidur yang ada dikembangkan, bukan pegang Senjata," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Alfonso Hendriques Costa Soares Pinto, selaku warga Kabupaten Belu yang hadir pada kesempatan itu mengaku akan melakukan upaya persuasif kepada masyarakat yang masih memiliki senjata agar bisa menyerahkan senjata api yang dimiliki.

"Masih banyak ada yang miliki. Kita akan melakukan upaya persuasif," ungkap Alfonso, warga Kabupaten Belu yang menyerahkan senjata api ke Satgas Pamtas RI-RDTL.

Ia juga berkomitmen untuk membantu Danrem 161/WS agar mengumpulkan senjata api maupun senjata api rakitan termasuk peluru dan semuanya akan kumpulkan dan diserahkan ke Korem 161/WS. (*/gat)

  • Bagikan