Berulah, Pria Ini Nekat Panjat Tower Radio Setinggi 64 Meter dan Ancam Bunuh Diri

  • Bagikan
NEGOSIASI. Tampak Anggota Basarnas Kupang sementara negosiasi dengan Agustinus Woro diatas Tower Radio setinggi 64 meter milik Kantor Sinode GMIT yang beralamat di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (9/8). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Warga Kota Kupang kembali dihebohkan dengan aksi nekat seorang warga yang memanjat tower Radio setinggi 64 meter milik Kantor Sinode GMIT di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dan mengancam akan membunuh diri, Selasa (8/8).

Pria itu diketahui atas nama Agustinus Woro. Aksi pria lansia 61 tahun ini merupakan yang kedua kalinya. 

Kali ini, Agus meminta untuk difasilitasi agar bisa bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada saat upacara 17 Agustus di Istana Negara. Jika permintaannya tidak dipenuhi maka ia akan mengakhiri hidupnya dengan melompat.

"Kami sudah lakukan negosiasi dengan yang bersangkutan (Agustinus Woro.red) untuk turun dari tower tapi dia menolak," ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Muhdar, saat ditemui Timor Express di halaman Kantor Sinode GMIT, Rabu (9/8).

Dikatakan negosiasi dengan Agustinus Woro sudah dilakukan sebanyak dua kali. Pertama pada Selasa (8/8) malam dan kedua pada Rabu (9/8) namun ia tetap menolak untuk turun dari Tower Radio tersebut.

Negosiasi, kata Muhdar, dilakukan oleh dua orang anggota Basarnas dengan cara tower dan berusaha membujuk yang bersangkutan untuk turun, namun lagi-lagi tetap menolak untuk turun. 

Lanjut Muhdar, Agus menolak turun namun ia menitipkan sepucuk surat yang diberikan kepada anggota Basarnas. Surat itu ditulis tangan di selembar kertas warna putih.

Surat tertanggal Kupang 7 Agustus 2023 itu ditujukan kepada Kapolres Kupang Kota di Kupang, perihal mohon bantuan konkrit. Sementara isi surat poin pentingnya meminta Kapolresta untuk memfasilitasi guna bertemu langsung dengan Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti atau para pihak lain untuk membantunya ke Istana Negara Jakarta dengan kepentingan untuk mengikut upacara bersama Presiden/Wakil Jokowi-Amin dalam momen HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-78 tanggal 17 Agustus 2023.

Sekretaris Badan Keadilan dan Perdamaian Sinode GMIT, Dorce W. Bolla menyebut seorang petugas melaporkan terkait penemuan baliho di bawah tower. Setelah dicek, ternyata ada bendera di atas namun tidak diketahui siapa yang pasang. 

Keberadaan Agus baru diketahui setelah petugas memanjat tower lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dikatakan tower radio ini baru dibangun setinggi 64 meter dan segera beroperasi. "Ini jadi terhambat. Kalau kami operasikan radio maka berdampak pada orang yang di atas tower ini," ujarnya. (r3)

Editor: Intho Herison Tihu 

  • Bagikan