Program Wirausaha Merdeka Resmi Diluncurkan

  • Bagikan
PKS. Politeknik Negeri Kupang bersama sembilan kampus mitra melakukan PKS di Auditorium PNK, Rabu (23/8). (FOTO: RESTI SELI/TIMEX).

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Program Wirausaha Merdeka Angkatan ke-2 Tahun 2023 di Politeknik Negeri Kupang (PNK) resmi diluncurkan, Rabu (23/8).

Peluncuran tersebut menandakan 665 mahasiswa yang berasal dari 10 perguruan tinggi di Pulau Timor akan melaksanakan program wirausaha selama 6 bulan atau satu semester.

Direktur PNK, Frans Mangngi mengatakan, tahun ini menjadi kali kedua PNK dipercaya sebagai penyelenggara. "Tahun 2022 kemarin ada 1.001 mahasiswa yang ikut program ini," ucapnya.

Selain PNK, ada sembilan perguruan tinggi lainnya yang turut mengikutsertakan mahasiswanya dalam program ini, yaitu Undana, Politani Kupang, Unimor, UPG 1945, UKAW Kupang, Muhammadiyah Kupang, Akademi Pariwisata Kupang, Karyadarma, dan STIKOM Artha Buana.

"Sembilan perguruan tinggi yang mengirimkan mahasiswa bersama politeknik dalam program wirausaha merdeka. Kita berkolaborasi untuk mendidik anak2 kita," ucap Frans.

Ia juga menyebut, program wirausaha ini melibatkan para pimpinan perusahaan atau pelaku UMKM yang akan menjadi mentor/fasilitator bagi 665 mahasiswa.

Selain itu, ada 66 dosen pembimbing (DPL) yang mendampingi, mengarahkan dan membimbing mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang tangguh.

Frans mengatakan, lewat kesempatan ini, mahasiswa akan diubah cara pandangnya dari melamar pekerjaan, menjadi menciptakan pekerjaan.

"Saya yakin dari 665 mahasiswa, kita bisa persiapkan menjadi wirausaha muda dan tangguh atau paling tidak memiliki mindset untuk membuka peluang kerja bagi orang disekitarnya," terangnya.

Program tersebut juga mendukung program presiden melalui Perpres Nomor 2 Tahun 2022 yang mencanangkan satu juta wirausaha di Indonesia pada tahun 2024 nanti.

Frans menyebut, dengan mengikuti program wirausaha ini, mahasiswa mendapatkan keuntungan dimana program ini dikonversi menjadi 20 SKS.

"Mahasiswa bisa belajar wirausaha tanpa mengganggu kuliahnya, jadi selama 6 bulan ini waktu mahasiswa tidak terbuang karena dihitung sebagai masa kuliah satu semester," jelasnya.

Ia berharap, lewat program ini bisa mempersembahkan calon-calon wirausaha muda.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Frederik Koenunu mewakili Gubernur NTT menyampaikan, sesuai ketentuan Perpres Nomor 2 Tahun 2022, perguruan tinggi mengambil peran sebagai lembaga yang memberi inspirasi bagi calon wirausaha untuk tumbuh dan memiliki konsep berpikir secara inovatif dan kreatif.

"Sehingga mental atau bakat wirausaha pada mahasiswa bisa dikeluarkan," katanya.

Disamping itu, pemerintah daerah juga berperan memberi fasilitas terhadap semua pelaksanaan izin sesuai Perpres yang berlaku.

"Jadi bagaimana calon wirausaha baru mengembangkan wirausahanya jika terkendala dengan izin, pemerintah wajib menyediakan fasilitas yang semudah-mudahnya untuk ijin itu bisa diperoleh," jelas Frederik.

Frederik menyebut, intensitas pengurusan izin masih jauh dari yang diharapkan, artinya calon wirausaha yang baru masih sangat sedikit jumlahnya melakukan pengurusan izin ke pemerintah provinsi.

"Jadi dengan kegiatan ini setidaknya kita bisa membantu memfasilitasi kemudahan mendapatkan izin melakukan usahanya," tutupnya. (cr1)

Editor: Intho Herison Tihu 

  • Bagikan