Hubungkan Desa Terisolir, 10 Paket Infrastruktur Jalan di Malaka segera Dikerjakan

  • Bagikan
Kabid Bina Marga, Dinas PU Kabupaten Malaka, Alexander A. Bria , ST. M.Eng. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

BETUN, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos telah bertekad untuk meningkatkan infrastruktur jalan di wilayah itu. Wilayah terisolir di pedesaan dan jalan kabupaten yang rusak, segera dikerjakan tahun ini. Tercatat ada 10 paket pekerjaan jalan yang sudah siap dikerjakan tahun ini.

"Untuk jalan transmigrasi pedesaan ini untuk menghubungkan desa satu dengan desa yang lain, yang sumber penunjukan ruasnya berdasarkan SK Bupati, yakni yang berstatus ruas jalan desa strategis," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Yohanes Nahak melalui Kabid Bina Marga, Alexander A. Bria , ST., M.Eng, saat ditemui TIMEX di ruang kerjanya, Selasa (10/5).

Alexander menyebutkan, sumber pembiayaan untuk pekerjaan infrastruktur jalan ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Infrastruktur jalan yang dibiayai menggunakan DAK ada 7 paket, dan bersumber dari DAU sebanyak 3 paket, yaitu paket pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Malaka, Marius Boko dan Anton Un.

Sedangkan untuk DAK, lanjut Alexander, dari 7 paket pekerjaan itu, dibagi lagi dalam tiga macam pekerjaan, yaitu DAK dalam kabupaten reguler dan dalam kabupaten penugasan, serta DAK Transmigrasi Pedesaan.

Alexander menyebutkan, untuk DAK dalam kabupaten, pihaknya komunikasikan dengan Kementerian PUPR, sedangkan DAK Transmigrasi Pedesaan komunikasi dibangun dengan Kementerian Desa dan PDT melalui Bappeda.

"Jadi untuk DAK reguler itu kita alokasinya di Balibo Raimea, dengan pajang kalannya dua Kilometer. Lalu DAK kabupaten penugasan itu lokasinya di Umakatahan Lamudur - Naimana dengan panjang jalan 2.944 meter. Sedangkan DAK Transmigrasi Pedesaan itu lokasinya di Jalan Umanen Lawalu dan Desa Angkaes. Panjang ruas jalannya 1.800 meter," jelas Alexander.

Selanjutnya, kata Alexander, peningkatan jalan trategis yang menghubungkan Desa Weoe dan Desa Rabasabiris dengan panjang jalan 1.364 meter. Lalu ada jalan penghubung Desa Kapitan Meo-Oenaek dengan pajang jalan 2.200 meter, peningkatan jalan Desa Wemeda-Babahane Kakun Bonibais sepanjang 1.500 meter, peningkatan desa strategis di dalam UPT Teniu Manuk, Kecamatan Laen Manen sepanjang 3.300 meter.

Sedangkan pengerjaan infrastruktur dari pokir anggota DPRD Malaka, yakni pembagunan tembok penahan dan pembukaan jalan baru di Botin Leobele, Desa Rainawe.

Alexander Bria kemudian merincikan paket-paket pekerjaan beserta sumber dananya, antara lain:

  1. Peningkatan kapasitas struktur jalan ruas Balibo - Raimea (Hotmix) dengan sumber DAK Jalan
    Reguler 2 Km senilai Rp 5.808.242.000
  2. Peningkatan kapasitas struktur jalan ruas Umakatahan - Lamudur - Naimana (Hotmix) dengan
    DAK Jalan Penugasan sepanjang 2,944 Km. Total dananya Rp 8.597.021.696
  3. Peningkatan jalan desa strategis ruas jalan Desa Wemeda - Babahane - Kakuun - Desa Bonibais
    (Kontruksi Lapen) dengan DAK TransDes sepanjang1,5 Km, total anggarap Rp 2.130.000.000
  4. Peningkatan jalan desa strategis ruas jalan Desa Kapitan Meo - Oenaek (Lapen) dengan DAK
    TransDes sepanjang 2,2 Km, total anggaran Rp 3.148.200.000
  5. Peningkatan jalan desa strategis ruas jalan Desa Umanen Lawalu - Desa Angkaes (Lapen), DAK
    TransDes sepanjang 1,8 Km, dengan dana Rp 2.358.000.000
  6. Peningkatan jalan desa strategis ruas jalan Desa Weoe - Biris (Lapen), DAK TransDes sepanjang
    1,364 Km dengan total dana Rp 1.863.799.608
  7. Peningkatan jalan desa strategis ruas jalan UPT Tniumanu (Lapen); DAK TransDes 3,5 Km
    dengan dana Rp 5.250.000.000
  8. Pembuatan tembok penahan jalan di Desa Rainawe, Dusun Molos Oan (Depan Pasar Rainawe),
    menggunakan DAU (Pokir), volume 227 M3, total dana Rp 124.850.000
  9. Pembuatan jalan baru di Desa Babotin - Botin Maemina, Kecamatan Botin Leobele, sumber
    DAU (Pokir), panjang jalan 2 Km, alokasi dana Rp 120.000.000

Alexander menegaskan bahwa, secara total ada 10 paket pekerjaan, dimana paket ke-10 itu merupakan dua paket pekerjaan yang sama persis tapi dengan alokasi anggaran yang berbeda, yaitu pokok pikiran dari anggota DPRD Kabupaten Malaka, Marius Boko di Desa Rainawe.

Alexander menuturkan, dari 10 paket proyek yang siap dikerjakan tahun ini, diharapkan bisa membuka akses jalan bagi masyarakat di Kabupaten Malaka. "Target utama Pak Bupati dan Wakil Bupati dalam pembangunan ini adalah membuka isolasi beberapa daerah yang terisolir, seperti Wemeda, Kapitameo-Oenaek yang menghubungkan dua ruas jalan kabupaten, sehingga tidak terlalu jauh. Kemudian Balibo-Raimea, yaitu titik awalnya di tugu pertigaan Balibo dan titik akhirnya di Raimea di Desa Fatoin itu masih tersisa rusak berat itu ada 10 kilometer, tapi karena anggaran belum mencukupi sehingga dikerjakan secara bertahap," jelasnya.

Alexander menambahkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Malaka, dimana tahun depan akan diusulkan melalui DAK sehingga diharapkan semua jalan rusak di wilayah itu bisa dikerjakan. (mg30)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan