130 Siswa Diktukba Resmi jadi Anggota Polri

  • Bagikan
POSE BERSAMA. Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma ketika pose bersama tiga lulusan terbaik usai melantik dan pengambilan sumpah 130 siswa Diktukba Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2023 di Lapangan SPN Polda NTT, Kamis (6/7). (FOTO: HUMAS POLDA NTT).

Dilantik dan Diambil Sumpah Oleh Kapolda NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT resmi melantik dan mengambil sumpah 130 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara dan Tamtama (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2023 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT, Kamis (6/7).

Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma menyebut upacara yang diselenggarakan itu merupakan momentum penting, dalam menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan Pembentukan Bintara dan Tamtama Polri yang diselenggarakan SPN Polda NTT.

Dengan bertambahnya anggota polisi baru, menjadi suatu kekuatan strategis untuk menunjang pelaksanaan empat tugas Polri agar lebih optimal. Melalui penambahan jumlah personel ini, diharapkan penyebaran pelayanan publik semakin meningkat dan kehadiran polisi di tengah lingkungan sosial akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Mulai hari ini, pada diri saudara-saudara sekalian telah melekat identitas dan kehormatan profesi serta tugas dan tanggung jawab sebagai Bhayangkara Negara yang dituntut untuk senantiasa harus mampu diaktualisasikan dalam setiap sikap, tutur kata dan perilaku hidup, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan, sehingga mampu menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat," katanya.

"Amanah ini harus saudara selalu ingat, junjung tinggi dan laksanakan dengan sepenuh hati, penuh kebanggaan, kehormatan dan niatkan untuk selalu berbuat yang terbaik. setelah ini, saudara sekalian akan ditempatkan untuk melaksanakan tugas di seluruh wilayah Indonesia sesuai latar belakang pendidikan yang telah dilalui. Untuk itu, bulatkan tekad dan semangat serta motivasi diri tanpa henti untuk senantiasa memberikan dharma bakti terbaik kepada institusi polri, masyarakat, bangsa dan negara," ungkapnya.

Ucapan selamat juga saya sampaikan kepada para orang tua atas keberhasilan putra dan putrinya menjadi bintara dan tamtama remaja polri yang baru saja dilantik. "Doa dan dukungan bapak ibu sekalian merupakan dorongan spiritual yang akan terus menjadi bagian dari putra putri bapak ibu dalam menjalankan tugas polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, serta menegakkan hukum guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," pintanya.

Disebutkan pencapaian itu bukanlah akhir dari perjuangan melainkan awal pengabdian nyata sebagai insan bhayangkara. Oleh karena itu, bulatkan tekad, terus belajar dan berlatih serta semangat dalam memotivasi diri tanpa henti untuk senantiasa memberikan dharma bakti terbaik kepada institusi polri, masyarakat, bangsa dan negara.

Dikatakan, tugas polri ke depan akan semakin berat dan kompleks. Kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strategis yang sangat pesat, isu global, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika politik menjelang penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2024 yang pentahapannya sudah dimulai pada tahun ini. 

Lanjutnya, kondisi ini akan berpengaruh pada situasi kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada semakin berkembangnya dimensi kejahatan yang semakin canggih dengan modus dan pola yang baru. 

Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma menyamakan gordon kepada lulusan terbaik saat upacara pelantik dan pengambilan sumpah siswa Diktukba Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2023 di Lapangan SPN Polda NTT, Kamis (6/7). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX).

Menyikapi hal tersebut, polri dituntut untuk melakukan langkah-langkah proaktif, melalui berbagai upaya preemtif, preventif, maupun penegakan hukum, sehingga kondusifitas kamtibmas dapat terus terjaga serta masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari. Untuk itu, institusi polri harus didukung dengan sumber daya manusia yang handal dan memahami tugas serta perannya.

Salah satu upaya yang ditempuh dalam memenuhi kebutuhan SDM polri yang handal, adalah melalui pelaksanaan pendidikan pembentukan yang telah di laksanakan. 

"Kaliani merupakan garda terdepan pelaksanaan tugas polri di lapangan yang akan berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kehadiran saudara akan menjadi cerminan layanan polri secara keseluruhan. Saya berharap saudara mampu memenuhi harapan masyarakat, dengan berorientasi tugas kepada kepentingan masyarakat, berbasis pada hukum yang berkeadilan, menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi," pintanya.

Disebutkan, selama mengikuti pendidikan, para bintara dan tamtama polri ini telah dididik, dilatih dan ditempa dengan berbagai teori dan praktik agar mampu menjadi sosok anggota polri yang profesional, bermoral, serta memiliki mental dan integritas yang baik.

"Waktu pendidikan yang relatif singkat ini, belumlah cukup untuk dapat membentuk petugas lapangan yang tangguh dan handal. Maka ke depan, diperlukan upaya pengembangan kemampuan diri, yang dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan, melalui proses belajar dari pengalaman, maupun melibatkan diri pada berbagai kegiatan operasional guna menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan sehingga pelaksanaan tugas polri akan dapat terselenggara dengan baik," bebernya.

Jenderal dua bintang itu menekankan agar anggaran polri itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap langkah pengabdian sebagai insan bhayangkara dan junjung tinggi panji-panji Tribrata.

"Pahami dengan baik dan laksanakan tugas yang diemban dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan dan tanggung jawab," ungkapnya.

Anggota juga terus bekali kemampuan dengan belajar karena sejatinya hidup itu merupakan pembelajaran yang panjang dan tidak pernah berhenti (life long learning). Selain itu harus senantiasa menjaga nama baik serta kehormatan diri, keluarga, dan institusi. 

"Hindari segala pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi polri, maupun pelanggaran pidana,"tuturnya.

"Senantiasa membangun komunikasi positif dengan masyarakat, serta perkuat sinergi dan soliditas dengan rekan rekan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen bangsa lainnya guna memelihara stabilitas kamtibmas yang kondusif," tutupnya. (r3).

  • Bagikan