Pilwalkot 2024: Don Ara Kian Siap Maju Jadi Calon Wali Kota Kupang

  • Bagikan
Don Ara Kian. (FOTO: RESTI SELI/TIMEX)

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID-Seorang urban arsitektur, Don Ara Kian menyatakan niat maju sebagai salah satu calon Wali Kota Kupang pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kupang tahun 2024 mendatang.

Don mengatakan, sebagai seorang lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dirinya perlu memberi sumbangsih nyata dalam pembangunan Kota Kupang.

"Ada keinginan menyumbangkan ilmu itu untuk Kota Kupang. Sebagai warga Kota Kupang yang tinggal cukup lama, secara fisik pertumbuhan Kota Kupang sangat luar biasa. Namum kaca mata kami, ada yang harus disiapkan secara baik, seperti perencanaan yang baik, jangan parsial. Seperti pemadam kebakaran," kata Don ketika menggelar jumpa pers, di Kupang, Jumat (23/12).

Selama ini, Don mengaku sudah terlibat dalam bebagai hal di Kota Kupang, namun sifatnya sangat parsial. Sangat berbeda, jika dirinya berada pada posisi pengambil kebijakan.

Dia mencontohkan teman dan senior dari ITS yang menjadi Wali Kota, seperti Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini.

"Belajar dari beberapa teman dan senior ini, maka keterlibatan kita sifatnya parsial. Beda jika kita pada posisi seperti teman-teman. Cara berpikir arsitek dan urban," ujarnya.

Don mengaku telah mendapat pertanyaan dari berbagai pihak terkait keinginan untuk maju sebagai calon wali kota. Untuk itu, dia sudah bertemu beberapa tokoh di NTT, seperti Piet Djami Rebo yang mendukungnya untuk maju.

"Isu ini terus bergulir. Maka muncul pertanyaan dari banyak orang. Kalau pertanyaan niatan itu, pada dasarnya niatan itu ada. Niat maju sebagai calon wali kota. Kami ingin warna yang berbeda dari yang sudah ada," katanya.

Terkait partai pengusung, dia masih enggan berbicara soal partai yang akan mengusungnya. "Soal partai, nanti saja, biar berproses, karena partai pastinya masih fokus untuk menaikan elektabilitas pada Pileg mendatang," katanya.

Don menyatakan, jika dilihat dari kacamata Urban Arsitektur, Kota Kupang dikenal sebagai water front city atau kota dengan garis pantai terpanjang atau kota metro.

"Sayangnya pembangunannya justru membelakangi pantai. Harusnya pantai menjadi teras atau beranda Kota Kupang," katanya.

Terkait masalah air bersih di Kota Kupang, Don mengaku, solusinya sudah ada, salah satunya spam kali Dendeng. "Itu salah satu upaya pendulangan air bersih," ucapnya.

Pembangunan Bendungan Kolhua, lanjut dia, juga menjadi salah satu solusi, sebab kesesuaian tata ruang yang tepat dan menjadi daerah konservasi. "Justru yang tidak pas itu, kuburan Fatukoa yang hasilkan ekoli. Penolakan Kolhua, aspek sosialnya. Padahal pas sekali, jika dibangun bendungan di Kolhua," tutupnya (Cr1)

Editor: Marthen Bana

  • Bagikan