Gagasan Politik Luar Negeri Indonesia Paling Dinanti

  • Bagikan
Urbanus-Ola-Hurek

KUPANG, TIMEX.FAJAR.CO.ID - Debat calon presiden (capres) selanjutnya akan berlangsung, Minggu (7/1) besok. Para kandidat akan memaparkan ide dan gagasan bertema "Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik”.

Dengan latar belakang para kandidat masing-masing, disinyalir debat akan berlangsung seru.

Pengamat politik dari Unwira Kupang, Urbanus Ola Hurek kepada Timor Express, Kamis (4/1) menegaskan, ketiga kandidat akan menebarkan gagasan tentang menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak kalah menarik dan ditunggu publik adalah diplomasi luar negeri (LN) RI. Diplomasi LN penting, karena bagaimanapun juga patut diakui bahwa politik LN Indonesia di era Presiden Jokowi tidak menjadikan Amerika sebagai kiblat dan cenderung pragmatis.

"Untuk itu sangat ditunggu apa tawaran program dan gagasan ketiga kandidat ini dalam mengimplementasikan arah politik LN Indonesia yakni politik bebas aktif," ujar Urbanus.

Diuraikan, membaca latar belakang masing-masing capres, yakni Prabowo-Gibran. Prabowo berlatar belakang militer dan kini menjadi Menteri Pertahanan RI didampingi Gibran sebagai kepala daerah berlatar belakang bisnis, cenderung defensif dan pragmatis.

Begitu pula dengan pandangan Ganjar-Mahfud. Ganjar sebagai politisi kawakan beraliran nasionalis dan mantan kepala daerah ditopang Mahfud sebagai mantan Menteri Pertahanan dan kini masih menduduki kursi Menkopolhukam RI, maka diduga akan lebih dinamis dalam mengimplementasikan arah politik LN Indonesia, politik bebas aktif.

"Anies-Muhaimin pun akan menawarkan gagasan yang berbeda berdasarkan latar belakang pemikiran dan pengalaman mereka. Anies sebagai akademisi dan mantan rektor serta mantan kepala daerah didampingi Muhaimin sebagai politisi, ketua partai bahkan pernah menduduki jabatan Menteri Nakertrans RI," ucapnya.

Hal ini maka, Anies akan menawarkan implementasi arah politik LN Indonesia politik bebas aktif dengan mengedepankan posisi independensi politik luar negeri RI dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.

Namun, lanjutnya, apa pun yang akan ditawarkan ketiga paslon capres-cawapres, yang paling ditunggu adalah apa agenda yang strategis yang ditawarkan dalam mengawal keutuhan dan kedaulatan NKRI serta tawaran relasi hubungan LN melalui diplomasi yang dapat diimplementasikan.

"Bukan sekadar gagasan indah, namun sulit dijabarkan dalam aktivitas program nyata," tegas Urbanus.

Sementara itu, pengamat politik dari Undana, Yohanes Jimmy Nami memaparkan, dari sisi pengetahuan terkait tema debat, akan merata. Hal itu sangat bergantung pada kesiapan capres dalam mendialogkan substansi yang berkaitan dengan tema dan juga sangat dituntut kelihaian masing-masing tim untuk mengelaborasi isu-isu strategis yang menukik pada tema dimaksud.

"Masing-masing tim yang menjadi master mind dari para capres tentu sudah secara matang mempersiapkan gagasan-gagasan pokok, sekarang tinggal bagaimana core dari masing-masing tema bisa dikapitalisasi sebagai kekuatan baru atau isu baru yang mempunyai daya lenting sebagai branding dari masing-masing capres," tutur Jimmy.

Ia mengatakan, tentu isu-isu yang lebih bersifat strategis nasional dan daya tawar Indonesia di mata internasional akan kemudian menjadi penekanan dalam debat nanti.

"Pergeseran konsep pertahanan yang di elaborasi dengan geopolitik tentu akan menjadi hal-hal penting yang akan diperdebatkan," sambungnya.

Lanjutnya, masing-masing capres akan menyampaikan konsepnya yang tentu pertimbangan utamanya berkaitan dengan posisi strategis Indonesia dalam peta politik kawasan.

"Sebagai Menhan yang saat ini menjabat, bisa saja isu ini akan lebih menguntungkan Prabowo, namun tidak menutup kemungkinan munculnya ide dan gagasan baru yang bisa memberikan alternatif gagasan lain dari Anies maupun Ganjar," tutupnya. (cr1/ays)

  • Bagikan