Bukan Meisterschale Kebetulan

  • Bagikan
NET BERPESTA. Para pemain, pelatih, official Bayern Leverkusesn merayakan gelar juara bundesliga di BayArena kemarin (15/4).

LEVERKUSEN,TIMEX.FAJAR.CO.ID – Bayer Leverkusen menggelar pesta pemutus dominasi Bayern Munchen di Bundesliga. Victory 5-0 atas Werder Bremen di BayArena kemarin (15/4) jadi penentunya. Kemenangan yang membuat Leverkusen tidak terkejar oleh dua pesaingnya, Bayern Munchen dan VfB Stuttgart.

Ribuan fans Die Werkself, julukan Leverkusen, pun tumpah ruah di BayArena. Tak perlu menunggu sampai laga berakhir. Sejak menit ke-83, beberapa kali fans Leverkusen masuk ke lapangan. Selain itu, Kota Leverkusen merayakan Meisterschale pertamanya sejak klub kebanggaannya itu berdiri 119 tahun yang lalu.

Bukan hanya memenangkan gelar pertama Bundesliga. Leverkusen mengangkat trofi juara dengan status istimewa. Granit Xhaka dkk juga belum terkalahkan saat jadi kampiun. Leverkusen masih unbeaten dalam 43 laga.

CEO Leverkusen Werner Wenning menolak bahwa sejarah yang tercipta di klubnya ini sebagai sebuah kebetulan. Wenning pun menjanjikan sejarah-sejarah baru lagi terjadi di klub tersebut.

’’Sensasi kami akan berlanjut musim depan,’’ koar Wenning seperti dilansir dalam laman Kicker. Salah satu yang jadi modalnya adalah kesetiaan Xabi Alonso tetap duduk di kursi pelatih Leverkusen musim depan.

Dia percaya Xabi akan tetap membuat penggawa Leverkusen tidak hengkang ke klub mana pun.
’’Kami memainkan sepak bola yang luar biasa dan kami melakukan hal yang luar biasa dalam permainan kami,’’ terang Wenning menegaskan klubnya menjuarai Bundesliga karena memang mereka bagus.

Ambisi serupa diungkapkan gelandang Leverkusen Robert Andrich. Berbicara kepada DAZN, Andrich mengklaim pesta Meisterschale kemarin hanyalah permulaan dari pesta-pesta bersejarah Leverkusen.
’’Kerja keras kami akan mencapai segalanya,’’ ungkap Andrich. Setelah Bundesliga, Leverkusen masih berpeluang memenangi DFB-Pokal dan Liga Europa. (ren/c19/dra/jpg/rum)

  • Bagikan